EkonomiSeni Budaya

Dulgiman, Penyanyi Purworejo yang Kini Berjualan Bakso

3258
×

Dulgiman, Penyanyi Purworejo yang Kini Berjualan Bakso

Sebarkan artikel ini
Dulgiman, penyanyi lagu-lagu jawa asal Purworejo
Dulgiman, penyanyi lagu-lagu jawa asal Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Bagi warga Purworejo, Jawa Tengah, nama Dulgiman sangat dikenal sebagai pelantun lagu-lagu jawa khas Purworejo. Namun kini bersama istrinya Dulgiman berjualan bakso di seputaran jalan Lingkar Utara Purworejo Jawa Tengah.

Lagu bertema Purworejo dinyanyikan secara apik dan mengantarkan Dulgiman yang memiliki nama asli Tugiman sebagai salah satu artis terkenal dan menjadi seniman kebanggaan Purworejo. Namun tanpa disangka, Dulgiman yang tinggal di Dusun Bendo Desa Jatikontal, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah itu, selain piawai menciptakan lagu khas Purworejo dan memiliki suara merdu dalam menyanyikan lagu jawa, juga memiliki keahlian dalam memasak.

Dulgiman mendirikan kios Mie Ayam dan Bakso sebagai alih pendapatan dikala profesi sebagai seniman mengalami kelesuan. Rasa Mie Ayam dan Bakso Dulgiman pun tak kalah lezat dengan bakso di Purworejo pada umumnya, terbukti kios yang berada tepat di depan Kampus Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) yang berlokasi di Kelurahan Sucenjurutengah Kecamatan Bayan, selalu ramai dikunjungi pelanggan.

“Awal saya dipanggil Dul, itu karena ada teman dari Jawa Timur, yang belum kenal dengan nama asli saya, saat di Jakarta. Makanya saya selalu dipanggil Dul, dan akhirnya nama itu menjadi nama beken,” ungkap Tugiman, saat ditemui purworejo24.com.

Dulgiman, penyanyi lagu-lagu jawa asal Purworejo
Dulgiman, penyanyi lagu-lagu jawa asal Purworejo

Suami dari Dwi Setyawati, yang kini telah memiliki 5 anak itu menuturkan, dirinya sempat mengenyam di pendidikan Sekolah Tinggi Keguruan Pasundan Bandung angkatan 1990. Namun pada semester 5 berhenti.  Dirinya memiliki bakat sebagai penyanyi setelah memiliki pengalaman sebagai tukang shooting dan editing video Sony Joss.

“Niatan saya hanya ingin mengenalkan Purworejo. Awalnya saya hanya sebagai tukang shooting Sony Joss, juga penyanyi lain baik dari Jepara, Gunung Kidul, Wonogiri, merangkap soting dan editing, lalu terinspirasi ingin menjadi penyanyi,” katanya.

Memiliki bakat bernyanyi itulah, Tugiman kemudian mengikuti ajang casting mencari bakat nyanyi di jingle iklan tembang rejeki dan akhirnya terpilih. Berhasil terpilih, Tugimanpun akhirnya mendapat kontrak dalam acara tembang rejeki di salah satu stasiun TV selama enam bulan yaitu di sekitar tahun 2005-2006 yang diproduksi Mandra The Movie.

“Baru setelah itu, saya mendapat tawaran nyanyi dan rekaman dengan hasil sejumlah album baru,” tuturnya.

Ada sedikitnya 5 album lagu baru yang berhasil dirilis oleh Tugiman, diantaranya, album lagu Kuto Projo produksi Irama Tara pada tahun 2008 yang berhasil menjual sekitar 35 ribu keping, lalu album Tobat hasil produksi BSM Record berbarengan dengan album ziarah wisata pak Kelik Sumrohadi (mantan Bupati Purworejo) di tahun 2009, kemudian album Pingin Kawin produksi Dasar Studio yang menjadi satu album bersama Yati Pesek di tahun 2010.

“Terkahir bikin album sholawat berjudul Eling-Eling hasil produksi sendiri yaitu ANS Record Purworejo di tahun 2010, dan lagu jolenan Sumongari di tahun 2013. Semua lagu itu merupakan hasil ciptaan sendiri dibantu kakak yaitu Bambang Gatotkaca,” jelas Tugiman yang lahir pada 10 Mei 1968.

Setelah berhasil sukses di Jakarta, Tugiman kembali ke Purworejo, sekitar tahun 2009. Dari hasil pengalamanya sebagai penyanyi di ibukota, Tugiman kemudian membuat album baru bersama Kelik Sumrohadi, dan membuat rekaman video sendiri.

“Saat itu saya berhasil membuat sekitar 40-an kaset CD dan DVD, selain lagu klip juga video kesenian daerah Purworejo, seperti dolalak, kuda lumping, hasilnya ribuan keping CD dan DVD laris dipasaran kala itu,” tuturnya.

Namun seiring kemajuan zaman, dengan banyaknya pembajakan CD dan DVD serta beralihnya masyarakat ke aplikasi Youtube, maka profesi membuat album dan video terhenti. Karena sepinya order sebagai seniman, Tugimanpun akhirnya beralih membuat bisnis baru yaitu membuka kios Mie Ayam dan Bakso bernama Bang Dul.

“Sejak April 2019 lalu, pertama di Perum Korpri lalu geser di depan UMP ini,” ucapnya.

Meski berjualan Mie Ayam dan Bakso, Tugiman masih meneruskan profesi sebagai pembuat video shooting.

“Saat ini pingine dibelakang layar aja, sambil mencari pengganti penerus baru,” ujarnya.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.