PURWOREJO, purworejo24.com – Ratusan massa pendukung DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah melakukan unjuk rasa di depan kantor Polres Purworejo. Massa meminta polisi mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera PDIP dalam aksi penolakan RUU Haluan Ideologi (HiP) di depan DPR, Rabu (24/06/2020).
Aksi ratusan kader PDIP Purworejo dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDIP Dion Agasi Setiabudhi yang juga sekaligus Ketua DPRD Purworejo. Aksi dimulai dari kantor DPC PDIP yang terletak dijalan di jalan Juanda No.19 Tegal Sari, RT 05 RW 02 Kelurahan Purworejo. Setelah melakukan apel tepat pukul 09.00 wWIB para peserta menuju Gor WR Soepratman dan melakukan orasi. Setelah semua peserta aksi berkumpul di GOR pukul 10.15 wib peserta long march menuju Mapolres Purworejo untuk menyampaikan aspirasinya.
“Kita menggelar aksi solidaritas, bahwa kami sebagai sebuah partai dengan akar rumput yang begitu besar, kita mengutuk insiden yang terjadi di depan (gedung) DPR RI terkait dengan pembakaran bendera partai PDIP Perjuanagn ,” kata Dion kepada purworejo24.com pada, Senin (29/06/2020).
Peserta aksi sekitar 500 orang yang sebelumnya melakukan aksi long march dengan membawa bendera PDI Perjuangan dan baner kemudian melalukan orasi di depan Mapolres Purworejo. Setelah itu beberapa orang perwakilan pengunjuk rasa diterima Kapolres Purworejo, dan lanjut masuk melakukan audiensi dengan polres Purworejo.
“Sebaga lambang kehormatan, marwah partai, kita diinjak-injak kami nyatakan kita marah besar terhadap oknum yang melakukan pembakaran,” lanjut Dion.
Kedatangan ke Polres Purworejo adalah untuk menyampaikan aspirasi mereka dan menyatakan dukungan terhadap keluarga besar Polri untuk mengusut tuntas kasus pembakaran bendera beberapa waktu yang lalu.
“Kemarahan kami coba kita arahkan dengan jalur yang benar yaitu jalur konstitusional dan jalur hukum, kami melihat bahwa pembakaran bendera partai bukan hanya serangan secara simbolis tapi ada motif lain,” tuturnya.
Kemarahan kader PDIP ini dilatari aksi pembakaran bendera PDIP yang terjadi saat massa Alumni PA 212 melakukan unjuk rasa penolakan RUU HIP di depan DPR pada Rabu (24/06/2020) lalu. Massa juga menyandingkan PDIP dengan organisasi terlarang PKI.
Dion menjelaskan bahwa ada motif lain yaitu usaha dari oknum atau kelompok yang mencoba memecah belah masyarakat yang ada di Negara Kesatuan Republik ndonesia. Ia menjamin bahwa nantinya tidak ada gerakan selain komando dari PDIP Purworejo.
“Kepada kapolres kita menyerahkan pernyataan sikap PDIP Purworejo bahwa kita mendukung penuh dan kita 100 persen percaya kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut dan menindak bukan hanya pelaku tapi juga dalang pembakaran,” pungkasnya.(P24-Bayu)