EkonomiPendidikan

Berawal dari Hobi, Umpan Pancing Buatan “Lure” Buatan Guru SD di Purworejo Tembus Pasar Mancanegara

1132
×

Berawal dari Hobi, Umpan Pancing Buatan “Lure” Buatan Guru SD di Purworejo Tembus Pasar Mancanegara

Sebarkan artikel ini
Lure-lure dari kayu-kayu limbah buatan warga Semawung
Lure-lure dari kayu-kayu limbah buatan warga Semawung

PURWOREJO, purworejo24.com – Memanfaatkan limbah kayu yang sudah tidak terpakai, seorang guru SD honorer asal Desa Semawung, Purworejo Jawa Tengah, membuat umpan pancing buatan atau Lure warna-warni. Tak hanya digemari para pemancing dalam negeri, Lure dalam berbagai bentuk dan ukuran ini juga diminati para pemancing mancanegara dan sudah dipasarkan ke berbagai negara seperti Thailand, Malaysa, Singapore, Taiwan, dan Perancis.

Awalnya Wahyu Pratitis alias Sudrun (35) warga Desa Semawung, Purworejo tak menyangka, jika Lure buatannya menjadi peruntungan baginya. Tak hanya menghasilkan rupiah, Lure-lure dari kayu-kayu limbah ini juga menghasilkan dolar karena juga dipasarkan ke berbagai negara.

Saat didatangi purworejo24.com di bengkel Lure rumahan miliknya, Wahyu sedang sibuk mengecat kayu-kayu bekas limbah pengolahan kayu yang tak terpakai menjadi Lure yang bernilai jual tinggi. Dilihat sekilas, benda-benda hasil karya Wahyu ini mirip mainan anak-anak, ternyata itu adalah umpan pancing berbahan baku kayu limbah yang menjadi andalan para pemancing.

Wahyu menjelaskan ide pembuatan Lure ini berawal dari hobi memancing. Suatu hari ia membutuhkan umpan ikan buatan dan mengharuskan ia membeli. Di saat itu ia berfikir jika harus membeli terus menerus akan menjadi boros. Dari hal tersebut Wahyu mencoba membuat umpan pancing dari kayu limbah yang dibuang di tempat pengolahan kayu.

“Awalnya saya suka mancing tapi ketika saya mancing umpannya sering nyangkut ke ranting dan bebatuan akhirnya hilang, terus saya akhirnya mencoba membuat sendiri dan ternyata respon dari teman-teman bagus dan pada beli juga,” kata Wahyu kepada purworejo24.com.

Wahyu Pratitis, warga Desa Semawung, Purworejo pembuat Lure dari kayu limbah yang tembus pasaran mancanegara
Wahyu Pratitis, warga Desa Semawung, Purworejo pembuat Lure dari kayu limbah yang tembus pasaran mancanegara

Wahyu menambahkan, dirinya memproduksi Lure berbentuk ikan, kura-kura kecil dan cumi dengan berbagai ukuran. Ukuran terkecil seberat sekitar 10 gram hingga ukuran paling besar dengan berat 60 gram.

“Setiap hari ia bisa membuat 10 hingga 15 Lure dibantu dengan 2 orang teman saya, karena saya juga harus sekolah dulu biasanya sampai jam 14.00 baru pulang sekolah,” kata Wahyu yang juga keseharian mengajar di SD Sebomenggalan, Purworejo.

Setiap hari, Wahyu bersama sejumlah pekerja dapat memproduksi sekitar 300 unit Lure. Untuk membuat Lure, selain membutuhkan bahan baku berupa kayu yang bisa terapung, juga dibutuhkan sejumlah bahan baku lain, seperti cat mobil, stiker, hingga bubuk fosfor. Dengan bubuk fosfor tersebut, umpan pancing hasil kreasi Wahyu mampu memancarkan cahaya di dalam air.

“Untuk pesanan lokal di Indonesia saya mematok tarif dari 40 ribu hingga 75 ribu (per buah) tapi kalau mancanegara seperti Thailand, Malaysa, Singapore, Taiwan, Perancis US$ 9-15 . Dan besok mau kirim ke Australia,” katanya.

Wahyu Pratitis, sedang membuat Lure dari kayu limbah.
Wahyu Pratitis, sedang membuat Lure dari kayu limbah.

Ia memulai bisnisnya sejak 2015 yang lalu dengan menggunakan paltform digital IG dan Facebook. Ia mengaku seluruh tempat di Indonesia sudah ada yang pesan Lure buatannya kecuali Papua yang aksesnya memang sedikit sulit.

“Beberapa kesulitan yang saya hadapi adalah bagaimana menyeting agar umpan ini gerakannya bagus jika di dalam air, karena setiap jenis umpan harus beda gerakannya,” tandasnya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.