KEBUMEN, Purworejo24.com — Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimaknai penuh kebersamaan oleh Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen atau UMNU Kebumen. Kampus tersebut melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa satu ekor sapi dan lima ekor kambing, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar kampus, Rabu (27/5/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus itu, civitas akademika bersama panitia tampak bergotong royong mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban kepada warga. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat begitu kental selama kegiatan berlangsung.
Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Dr. H. Imam Satibi mengatakan, Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum penting untuk mengambil hikmah tentang keikhlasan, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Pada tahun ini UMNU Kebumen menyembelih satu ekor sapi dan lima ekor kambing. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar kampus sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Menurut Imam Satibi, Iduladha juga mengandung pesan kuat tentang persatuan umat Islam sebagaimana tergambar dalam pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Jutaan umat Islam dari berbagai negara dan latar belakang berkumpul dalam satu tujuan yang sama tanpa membedakan status sosial maupun warna kulit.
“Kita melihat bagaimana umat Islam bersatu dalam satu panggilan ibadah. Semua memakai pakaian ihram, semua setara. Tidak ada yang dilebihkan satu sama lain. Ini menjadi pelajaran penting untuk membangun ukhuwah islamiyah dan memperkuat persatuan,” katanya.
Ia menambahkan, persatuan menjadi modal besar dalam menciptakan kehidupan yang damai, toleran, dan penuh kemaslahatan di tengah masyarakat.
Selain itu, Imam Satibi juga mengajak masyarakat untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam peristiwa kurban. Menurutnya, kisah tersebut memberikan pelajaran penting tentang pendidikan keluarga yang dialogis dan penuh penghargaan.
“Nabi Ibrahim mengajarkan bagaimana menghormati anak dan membuka ruang dialog. Walaupun itu perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim tetap memberikan kesempatan kepada Nabi Ismail untuk menyampaikan pendapatnya. Ini menjadi pelajaran penting dalam mendidik anak agar komunikasi berjalan secara dialogis dan penuh penghargaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan, tetapi juga simbol pengendalian diri dan penguatan nilai ketauhidan.
“Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga memotong sifat-sifat kebinatangan dalam diri manusia, seperti ego, keserakahan, dan hawa nafsu yang buruk. Dengan keimanan dan ketauhidan, hidup kita akan menjadi lebih kuat, ikhlas, dan terarah,” ungkapnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







