Puluhan Rumah Penerima PKH di Desa Munggangsari Ditempeli Stiker
Sebarkan artikel ini
Penempelan label di rumah peserta PKH
PURWOREJO, purworejo24.com – Untuk memberikan tranparasi kepada warganya Pemerintah Desa Munggangsari Kecamatan Grabag, Purworejo, Jawa Tengah menempeli rumah penerima bantuan PKH dan BPNT. Penempelan stiker dilakukan mandiri oleh Pemerintah Desa yang dikawal langsung oleh pendamping PKH.
Kepala Desa Munggangsari, Pujiyanto menjelaskan pemberian label dengan menempelkan stiker tersebut memang sudah direncanakan sejak sebelum adanya virus Covid-19. Namun setelah adanya Covid-19 rencana itu ditunda hingga Purworejo memasuki masa New Habit.
“Hari ini kita laksanakan penempelan stiker setelah sebelumnya hari Senin kemarin kita lakukan sosialisasi kepada warga yang menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM ),” katanya kepada purworejo24.com pada Rabu (17/06/2020).
Penyerahan surat pernyataan pengunduran diri salah satu penerima PKH
Ia menambahkan di Desa Munggangsari sendiri jumlah penerima PKH dan BPNT sendiri mencapai 30 keluarga. Penempelan stikcer dilakukan kepada semua warga yang menjadi penerima manfaat. Berkat adanya sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya ada beberapa orang yang mengundurkan diri dari kepesertaaan PKH maupun BPNT.
“Alhamdulillag Dari 30 orang yang graduasi mandiri samapai saat ini sudah 4 orang, 3 orang peserta BPNT dan 1 orang peserta PKH,” katanya.
Pada stiker tersebut pihak desa mengganti kata “Keluarga Miskin” dengan kata “Keluarga Pra Sejahtera” sesuai dengan surat edaran yang diberikan Dinas Sosial benerapa waktu yang lalu. Pihaknya menambahkan stiker yang telah ditempel dilarang untuk di lepas dan apabila lepas maka dianggap telah keluar dari kepesertaaan PKH maupun BPNT.
“Yang graduasi mandiri secara ekonomi sudah mampu dan punya rasa ingin berbagi dengan warga yang lainnya dan beberapa sudah mempunyai usaha sendiri,” katanya.
Pipit salah satu pendamping PKH Desa Munggangsari berharap dengan semakin bertambahnya warga yang mengundurkan diri dari Kepesertaaan PKH maupun BPNT bisa menjadi contoh yang baik untuk warga yang lainnya. Menurutnya proses pengunduran diri warga tersebut harus diapresiasi oleh pemdes maupun warga yang lainnya.
“Kita berharap kedepannya akan bertambah lagi yang graduasi mandiri, karena hal itu bisa menunjukkan kesejahteraan masyarakat sudah meningkat,” katanya.
Sementara itu beberapa desa yang sudah melakukan labelisasi di rumah penerima PKH antara lain terletak di Kecamatan Banyuurip, Kecamatan Bayan, Kecamatan Purworejo, Kecamatan Grabag dan di Kecamatan Bener. (P24-Bayu)