Beredar Isu Pemotongan BLT DD, Ini Penjelasan dari Pemerintah Desa Banyuasin Kembaran

oleh -
oleh
Rapat antara kepala Desa Banyuasin Kembaran dengan jajaran perangkat desa terkait informasi di media sosial atas dugaan adanya pemotongan Dana BLT
Rapat antara kepala Desa Banyuasin Kembaran dengan jajaran perangkat desa terkait informasi di media sosial atas dugaan adanya pemotongan Dana BLT

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemdes Desa Banyuasin Kembaran beri klarifikasi atas dugaan pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap pertama. Hal itu dilakukan atas beredarnya informasi yang muncul di masyarakat yang mengatakan adanya pemotongan BLT DD oleh oknum perangkat desa.

Abdul Aziz kepala Desa Banyuasin Kembaran menegaskan bahwa pihaknya memastikan perangkat desa menyalurkan sesuai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat. Bahkan dana desa yang disalurkan tahap pertama mencapai 90 juta dan telah disalurkan kepada 150 penerima.

“Hari ini kita rapatkan bersama kadus dan jajaran perangkat desa terkait adanya isu pemotongan yang dilakukan oleh oknum perangkat desa, dan kita pastikan itu tidak ada,” katanya kepada purworejo24.com pada usai rapat bersama perangkat desa pada Rabu (17/06/2020) malam.

Proses penyerahan BLT DD disaksikan Muspika Kecamatan Loano dan pendamping desa. (Foto Dok. Pemdes Banyuasin Kembaran)
Proses penyerahan BLT DD disaksikan Muspika Kecamatan Loano dan pendamping desa. (Foto Dok. Pemdes Banyuasin Kembaran)

Rapat yang digelar antara kepala Desa Banyuasin Kembaran dengan jajaran perangkat desa dilaksanakan secara mendadak karena beredar di media sosial atas dugaan adanya pemotongan Dana BLT. Setelah dirapatkan dan dicek ke lapangan ternyata diketahui bahwa pemotongan BLT DD tersebut atas inisiatif warga desa sendiri.

“Setelah kita cek dilapangan memang ada iuran bukan pemotongan, alhamdulillah itu atas inisiatif dari warga sendiri dan pemerintah desa baru mengetahuinya dari berita yang beredar dimedia beberapa waktu yang lalu,” katanya.

Abdul Aziz menambahkan di desanya Anggaran Dana Desa mencapai Rp 905.351.000,00 dan sesuai peraturan dari Pusat bahwa maksimal pemberian BLT DD adalah 30 persen jadi ada Rp 270 juta yang akan diberikan untuk BLT DD. Menurutnya khusus di daerahnya budaya gotong royong antar masyarakat masih kuat dan sudah menjadi budaya yang mengakar di masyarakat.

“Ya itu kan inisiatif warga jadi saya malah mengapresiasi inisiatif warga itu, ini adalah suatu bentuk gotong royong warga agar tidak terjadi kecemburuan sosial,” katanya

Andika Sari, Sekretaris Desa Banyuasin Kembaran menambahkan pembagian yang sudah dilakukan pada 11 Mei 2020 lalu itu juga dilengkapi bukti kuitansi dan tanda tangan penerima sebesar Rp 600 ribu. Pada waktu penyerahan juga di dampingi pendamping Muspika Kecamatan Loano.

Ia berharap dengan dirapatnya masalah ini masyarakat menjadi lebih tenang dan tidak resah atas pemberitaan yang sudah beredar. Masyarakat juga dihimbau untuk mengkros cek dulu ketika ada kabar yang dapat meresahkan warga.

“Pas penyerahan juga kita di dampingi Muspika Kecamatan Loano, Babinsa, Babinkamtibmas serta pendamping desa, kita juga masih menyimpan bukti kuitansi penerima BLT,” tandasnya. (P24-Bayu)