KesehatanPendidikan

Pakai Pakaian Adat, Guru Antar Surat Kelulusan SD ke Rumah Siswanya

590
×

Pakai Pakaian Adat, Guru Antar Surat Kelulusan SD ke Rumah Siswanya

Sebarkan artikel ini
Guru SD Mutiara Ibu mendatangi satu persatu rumah siswa untuk menyerahkan berkas kelulusan.
Guru SD Mutiara Ibu mendatangi satu persatu rumah siswa untuk menyerahkan berkas kelulusan.

PURWOREJO, purworejo24.com – Sebuah sekolah di Purworejo, Jawa Tengah mempunyai cara unik dalam mengumumkan kelulusan siswanya. Sejumlah guru berpakaian adat Betawi, Kalimantan dan Papua mendatangi rumah siswa-siswinya, sambil membawa berkas kelulusan, souvenir, dan medali. Mereka pun membuat kejutan dengan memainkan alat musik dan menyanyikan lagu kegemaran siswanya.

Sontak hal ini mengundang rasa penasaran pemilik rumah dan tetangga. Mereka pun keluar dan menyambut para guru ini dengan perasaan haru. Setelah siswa/siswi keluar rumah, para guru secara bergantian memberikan berkas dan mengucapkan selamat kepada mereka.

Itulah yang terjadi saat para guru SD Mutiara Ibu mendatangi rumah siswa-siswi kelas 6 yang tahun ini lulus dan akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurut Vincentia Rosana Sri Susanti, S.Pd selaku wali kelas 6, kegiatan ini dilakukan sebagai wujud aksi nyata “Indonesia Siap Menghadapi New Normal”.

“Di masa pandemi ini kita ditantang untuk menghadapi era baru. Salah  satunya memberikan ide-ide kreatif agar kita tetap mampu bertahan di masa sulit ini. Melalui penyerahan Berkas Kelulusan dari rumah-ke rumah dengan protokol pencegahan covid-19 akan mengurangi resiko terpaparnya virus covid 19. Selain itu guru juga tetap mampu menghadirkan semangat bagi anak-anak di tengah pandemi ini,” ungkap Vincent kepda purworejo24.com, Senin (15/6/2020) .

Guru SD Mutiara Ibu mendatangi satu persatu rumah siswa untuk menyerahkan berkas kelulusan.
Guru SD Mutiara Ibu mendatangi satu persatu rumah siswa untuk menyerahkan berkas kelulusan.

Beberapa orang tua mengaku terkejut dan terharu. Mereka tidak menyangka para guru akan seberani itu, mengingat kebanyakan tinggal di area pemukiman padat penduduk. Kegiatan ini juga mengundang perhatian para tetangga, bahkan ada yang mengira si anak sedang berulang tahun. Ada juga tetangga yang mengira para guru ini orang yang patut dicurigai sehingga tidak menjawab dan cenderung menghindar.

Kendati melakukan aktifitas di luar, protokol kesehatan tetap dijaga para guru, seperti penggunaan hand sanitizer, masker, jaga jarak hingga tidak bersalaman dengan siswa-siswi. Mereka juga mengaku hal ini menjadi pengobat rindu setelah sekitar tiga bulan pembelajaran dilakukan dari rumah.

Vincent mengaku, SD Mutiara Ibu, yang beralamat di Jalan Dewi Sartika Nomor 3A Sindurjan, Purworejo merupakan sekolah ramah anak. Sekolah mengedepankan program pembelajaran yang berpihak pada anak. Siswa-siswinya dibangun kemampuan berkreasinya serta rasa peduli terhadap sesama. Salah satu contoh yang dilakukan adalah ketika siswa-siswi membuat panggung penggalangan dana untuk korban bencana alam di beberapa daerah beberapa waktu lalu. Di masa pandemi ini sekolah juga telah membagikan sembako dan alat kesehatan kepada mereka yang memerlukan.

“Semangat ini yang kami ingin tularkan pada siswa-siswi agar di jenjang pendidikan selanjutnya mereka selalu menjadi anak-anak kreatif dan berakhlak mulia,” pungkas Vincent.(P24-Nuh/hum)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.