BAYAN, purworejo24.com – Ada saja yang dilakukan Pemerintah Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo untuk membantu masyarakatnya yang saat ini terdampak Covid-19. Kali ini Pemdes Krandegan menghadirkan BCL di tengah-tengah masyarakat dengan harapan dapat mengatasi dampak ekonomi adanya Pandemi Corona.
Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, menjelaskan setelah sebelumnya pihaknya mengadakan progam-progam kegiatan seperti Meja Antilapar, dan Pasar Bergerak, Padat Karya Tunai, dan bagi-bagi bibit tanaman, kali ini Pemdes Krandegan menggulirkan BCL yang merupakan salah satu program sosial yang digagas oleh Pemerintah Desa Krandegan dalam menanggulangi dampak sosial ekonomi warganya akibat pandemi covid-19.
“BCL adalah Bantuan Cair Langsung, kegiatan pemberikan bantuan uang tunai kepada warga miskin dan atau mereka yang terdampak adanya pandemi covid-19 ini, khususnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, Bantuan Langsung Tunai baik dari pusat maupun dari Dana Desa,” katanya kepada purworejo24.com pada Selasa (05/05/2020)
Bantuan Cair Langsung
Lebih lanjut ia menambahkan, Setiap KK yang mendapat BCL ini sudah didata pemerintah desa dan nantinya berhak atas uang senilai Rp. 300.000,- untuk membantu ekonomi mereka. Program ini bukanlah yang pertama. Sejak dia menjabat di tahun 2013, program ini sudah berjalan, dan difokuskan di bulan Ramadhan.
“Tahun lalu kami dapat donasi sekitar 100 juta dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dari warga, perantauan, dan para donatur lain di luar desa. Saat itu kita ujudkan 200 santunan uang, 825 paket sembako Subsidi, dan 100 paket sembako gratis, serta kegiatan sosial lain seperti irigasi gratis dan berobat gratis di puskesmas” katanya
Program ini diberi nama Bantuan Cair Langsung karena mekanismenya yang tidak ribet dan tidak perlu administrasi ini – itu sebagaimana program bantuan dari pemerintah pada lazimnya.
“Kami punya data warga kami yang masuk kategori miskin. Banyak yang karena regulasi, atau kuota pemerintah, sehingga belum bisa mendapatkan alokasi bantuan sosial. Oleh sebab itu BCL ini hadir untuk mengisi ruang kosong tersebut” tambahnya.
BCL ini menggunakan sumber dana dari pengelolaan zakat infak dan sedekah yang masuk dan dikelola desa agar lebih merata dan berdaya guna. Program ini akan terus berlanjut sampai dana yang dikelola habis, atau pandemi berakhir.
“Tahap pertama yang akan diberikan sebanyak 60 KK @Rp. 300.000,-. Mereka warga miskin yang belum tercover bantuan sosial pemerintah,” tandasnya. (P24-Bayu)