Pohon Petilasan Pangeran Diponegoro di Halaman Masjid Santren Tumbang
Sebarkan artikel ini
Pohon Petilasan Pangeran Diponegoro di Halaman Masjid Santren Bagelen Tumbang
BAGELEN, purworejo24.com – Pohon besar berusia ratusan tahun di depan halaman Masjid Santren, Desa Bagelen. Purworejo, Jawa Tengah, tumbang dan mengenai bagian masjid hingga rusak. Tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu, namun masjid mengalami kerusakan hingga belasan juta rupiah. Pohon besar tersebut mempunyai nilai historis tinggi karena dipercaya sebagai petilasan Pangeran Diponegoro saat berguru di Syeh Baedlowi . Pohon Sawo Tanjung dengan diameter hampir dua meter itu merupakan pohon bersejarah, seiring dengan berdirinya Masjid Santren yang sudah berumur sekitar 400 tahun yang merupakan peninggalan cagar budaya nasional. Pohon itu dulunya merupakan tambatan tali kuda Pangeran Diponegoro yang berguru mengaji kepada Syeh Baedlowi di masjid yang berada di dusun Santren Desa Bagelen Kecamatan Bagelen, Purworejo,
Takmir masjid Santren Bagelen, Kyai Widodo Haryoko, menjelaskan, pohon besar itu tumbang pada Jumat (28/2/2020) pagi.
“Pohon itu sudah sangat tua, sudah berumur sekitar 400 tahun, bareng dengan berdirinya masjid Santren yang dibangun sekitar tahun 1600 Masehi,” katanya saat ditemui di lokasi.
Pohon Petilasan Pangeran Diponegoro di Halaman Masjid Santren Bagelen Tumbang
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkan kepada sejumlah pihak diantaranya Polsek Bagelen dan Petugas Cagar Budaya Jawa Tengah. Wargapun langsung melakukan kerja bakti pembersihan pohon dan ranting yang tumbang itu. Dikatakan, pohon itu tumbang mengenai atap masjid yang belum lama dibangun juga mengenai sebagian teras masjid.
“Tratak depan masjid belum lama dibangun dengan biaya sekitar 15 juta, sebagai tempat ibadah maupun berteduh bagi para peziarah di masjid ini, serta teras masjid dengan nilai sekitar 5 juta rupiah,” jelasnya.
Masjid Santren merupakan hadiah dari istri sultan Mataram kepada Ustad Baidlowi. Hal ini diketahui dari prasasti yang ditemukan di salah satu tiang “Soko Rowo”. Tidak diketahui pasti pembanguna masjid ini, tetapi angka tahun yang terdapat pada salah satu nisan di kompleks makam, menujukkan angka tahun 1598. (P24-Drt)