Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Korban Terseret Ombak Pantai Jetis Dihentikan
Sebarkan artikel ini
Pencarian korban tenggelam di Pantai Jetis Purworejo
GRABAG, purworejo24.com – Proses pencarian terhadap Topik Nur Hidayat, wisatawan yang hilang akibat terseret ombak saat berlibur akhir tahun bersama 6 orang temannya, di pantai Jetis Desa Patutrejo, Purworejo Jawa Tengah akhirnya dihentikan sore ini.
Topik Nur Hidayat, pemuda asal desa Tamansari RT 02 RW 01 Kecamatan Butuh, yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan laut, Selasa (31/12/2019) lalu, hingga hari ke tujuh pencarian ini belum berhasil ditemukan.
Kordinator unit siaga Congot, Sunardi, yang memimpin pencarian pada hari ke 7, kepada purworejo24.com, pada senin (6/1/2020) menjelaskan, Tim SAR Gabungan telah berupaya melakukan pencarian terhadap korban, namun hingga hari ke tujuh ini, korban belum berhasil ditemukan.
“Kami telah membagi tim menjadi 4 SRU (Search and Rescue Unit), untuk SRU 1 dan 2 melaksanakan pencarian ke arah Barat sejauh 1 km dari lokasi kejadian, SRU 3 dan 4 melakukan pencarian ke arah barat dari lokasi kejadian sampai ke muara pantai Glagah. Namun korban belum berhasil ditemukan,” katanya.
Penutupan Operasi SAR di Pantau Jetis Purworejo
Dijelaskan, Tim Gabungan telah memperluas pencarian hingga sampai di muara pantai Glagah, Kulonprogo Yogyakarta, karena dari hari 1 sampai hari ke 7 prediksi arus laut ke arah timur.
“Pencarian dilakukan dengan penyisiran sepanjang pantai dari lokasi kejadian, karena ombak yang cukup tinggi pencarian tidak menurunkan tim ke laut,” jelasnya.
Disampaikan, pencarian terhadap korban resmi dihentikan pada hari ke 7, yang jatuh pada Senin (6/1/2020) sore ini, karena sesuai SOP Basarnas yang ada di UU no 29 tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan, hanya bisa dilakukan hingga sampai 7 hari.
“Namun meskipun Operasi SAR sudah ditutup, tidak menutup kemungkinan Operasi SAR di buka kembali jika di hari berikutnya ditemukan tanda-tanda Korban,” ujarnya.
Meskipun Operasi SAR gabungan sudah ditutup, Basarnas Yogyakarta khususnya unit siaga Basarnas Congot akan terus melakukan pemantauan dan selalu berkodinasi dengan Polsek Grabag, Koramil Grabag, Potensi SAR, perangkat desa, nelayan dan masyarakat Desa Patutrejo.
“Dalam Penutupan operasi SAR pada hari ke 7 ini Basarnas berkordinasi dan melakukan evaluasi dengan keluarga korban yang di wakilkan oleh perangkat desa, Polsek, Koramil Grabag, dan Potensi SAR yang ikut dalam operasi SAR Gabungan ini,” pungkasnya.