Ratusan Warga Terdampak Bendungan Bener Datangi Kantor Bupati Purworejo
Sebarkan artikel ini
Warga terdampak Bendung Bener demo Bupati Purworejo
PURWOREJO, purworejo24.com -Ratusan warga terdampak Bendungan Bener mendatangi kantor Bupati Purworejo dengan membawa atribut khas pendemo. Mereka melakukan audiensi kepada Bupati terkait permasalahan ganti rugi tanah yang tidak manusiawi.
Kedatangan mereka dengan truk dan puluhan motor tersebut dilakukan usai mereka mengawal sidang gugatan di Pengadilan Negeri Purworejo dimana agenda pada hari Selasa (28/01/2020) tersebut adalah mendengarkan saksi termohon.
Tepat tengah hari mereka melakukan orasi di depan kantor Bupati dan sebagian perwakilan pendemo masuk ke ruang audiensi di ruang Arahiwang. Perwakilan warga tersebut disambut oleh Bupati Purworejo Agus Bastian dan jajaran Forkopimda.
Warga terdampak Bendungan Bener melakukan aksi di depan kantor Bupati Purworejo
Bupati Agus Bastian mengatakan bahwa pemerintah sangat memperhatikan keluhan dari masyarakat terdampak Bendungan Bener. Dengan bukti bahwa sudah beberapa kali pemerintah meninjau lokasi bendungan.
“Kita juga berharap apa yang diharapkan warga itu tercapai, karena bendungan adalah proyek vital nasional,” katanya kepada purworejo24.com usai audiensi.
Agus mengatakan pembangunan Bendung Bener adalah sebagai upaya untuk kesejahteraan warga Purworejo. Karena bendungan sebagai tanggung jawab bersama maka pemerintah dalam hal ini akan terus mengawal proses pembangunan dan penyelesaian ganti rugi tanah warga terdampak.
“Bendungan Bener itu saya pernah kesana dan tidak membawa rombongan, saya ingin tahu betul (prosesnya sudah sampai mana),” katanya.
Audiensi warga terdampak Bendungan Bener di Komplek Kantor Bupati Purworejo
Sementara itu salah satu perwakilan warga dalam audiensi meminta agar sosialisasi terkait harga tanah memang betul-betul disosialisasikan dan dimusyawarahkan dengan warga tidak seperti kejadian yang terjadi di Bukit Besek.
“(sosialisasi) disampaikan sebelum diminta tanda tangan (jika setuju) atau menolak, tidak seperti yang di Bukit Besek,” katanya. (P24-Bayu)