PURWOREJO, purworejo24.com – Rencana pembangunan sebuah gedung teater atau dengan anggaran Rp 2,3 M yang akhirnya dibatalkan masih banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Ketua DPRD periode 2014-2019 yang mengesahkan anggaran tersebut bahkan mengaku tidak tahu menahu soal rencana pembangunan tersebut.
Luhur Pambudi, Ketua DPRD Purworejo periode 2014-2019 saat dikonfirmasi terkait wacana “Dome Theater” di Purworejo, mengaku pihaknya tidak mengetahui terkait rencana pembangunan Gedung dengan anggaran besar tersebut.
“Apa itu dome teater mas?” ucapnya kepada purworejo24.com saat dikonfirmasi pada Kamis (14/11/2019).
Luhur menjelaskan, walaupun ia ketua dewan saat pengesahan anggaran tersebut, ia tidak mengetahui rencana yang sudah masuk APBDP tersebut.
“Oh saya kira Notherdame Theater, kalau yang di Holland itu bagus mas, design-nya untuk di datangi pengunjung, juga ada giatnya tiap weekly ada rame terus baik untuk pentas yang profesional maupun saran untuk berlatih mulai dari high school,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Dinparbud), Agung Wibowo, beberapa waktu lalu mengatakan anggaran untuk Dome Theatre sudah ada dalam APBDP tahun 2019, sudah masuk DPA, namun tidak diajukan pencairannya. Menurutnya uang yang sudah dianggarkan masuk lagi ke kas daerah dan dipergunakan untuk kegiatan prioritas tahun 2020.
Sebelumnya, anggota DPRD Purworejo periode 2014-2019, Ngadiyanto juga membantah adanya pembahasan anggaran pembangunan Dome Theatre senilai 2,28 M tersebut. Menurutnya, saat membahas anggaran perubahan, tidak ada anggaran untuk pembangunan dome theatre.
Penyusunan konsep gedung senilai 2,28 Milyar (sebelumya diberitakan 2,3 Milyar-red) tersebut ditengarai juga tidak melibatkan pelaku seni yang ada di Purworejo. Kepala Dewan Kesenian Purworejo (DKP) Angko Setyarso Widodo mengungkapkan, tidak ada komunikasi antara pemerintah dan dewan kesenian terkait rencana pembangunan “Dome Theatre”.
“Allhamdulilah tidak tahu babar blas komunikasi terkait itu,” ucapnya.
Angko juga heran setelah pembatalan pembuatan Dome Theater tersebut, anggaran untuk pelaku seni untuk tahun 2020 justru dipangkas. Padahal mulai memasuki romansa 2020.
Angko menyesalkan anggaran untuk Dewan Kesenian yang dipangkas, padahal untuk kalender senilai 2,4 Milyar malah diloloskan. Fasilitasi Dewan Kesenian melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada APBD tahun 2019 sekitar 116 juta, namun tahun 2020 turun drastis, hanya sebesar sekitar Rp 70 juta saja.
“Matur nuwun dukungan di dewan kesenian yang semakin tahun semakin kecil dananya, maklum karena kebutuhan untuk cetak kalender lebih penting,” pungkasnya. (P24-Byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








