Tepang Wayang, Kampanye Seni Budaya Jawa ala Dalang Perempuan Nyi Puspita

oleh -
Nyi Puspita perkenalkan budaya Jawa melalui Tepang Wayang.
Nyi Puspita perkenalkan budaya Jawa melalui Tepang Wayang.

PURWOREJO, purworejo24.com – Nyi Dwi Puspita Ningrum, dalang perempuan asal Purworejo Jawa Tengah akan berkeling mengunjungi sekolah-sekolah maupun komunitas dan membuat pertunjukan wayang mini dengan program yang diberi nama Tepang Wayang. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan wayang dan kesenian Jawa pada generasi muda khususnya pelajar.

<

Tidak kurang 700 siswa SMA Negeri 7 Purworejo terlihat asyik menikmati pementasan mini wayang kulit yang dibawakan oleh dalang perempuan asal Purworejo, Nyi Dwi Puspita Ningrum di Gedung Wisma Budaya Komplek SMAN 7 Purworejo, Senin (9/9/2019) siang. Sesekali mereka tertawa ketika Nyi Puspita melontarkan guyonan melalui tokoh Punakawan.

Tepang Wayang perdana di SMAN 7 Purworejo, (9/9/2019)
Tepang Wayang perdana di SMAN 7 Purworejo, (9/9/2019)

Pentas wayang kulit pada siang hari merupakan hal yang pertama kali dilakukan di sekolah ini. Pentas mini wayang kulit selama sekitar 1 jam ini merupakan bagian dari kampannye pengenalan wayang kulit yang diberi nama program Tepang Wayang. Nyi Puspita mengakui generasi muda yang ada saat ini banyak yang tidak mengenal apa itu wayang dan kesenian Jawa.

“Ini Tepang Wayang atau pengenalan  wayang, perdana  atau pertama kali diadakan di SMAN 7 dengan tujuan memperkenalkan tokoh-tokoh wayang, kesenian Jawa baik itu wayang, gamelan maupun bahasa Jawa”, ungkap Nyi Puspita, pemrakarsa Tepang Wayang.

Metode yang digunakan Nyi Puspita dalam tepang wayang adalah dengan memperkenalkan tokoh wayang satu persatu dengan diselingi beberapa tembang Jawa sehingga menarik perhatian siswa dan tidak membuat bosan. Sesekali Nyi Puspita menyelipkan guyon atau humor melalui tokoh punakawan agar siswa tertarik dan mau mengetahui lebih tentang wayang kulit dan kesenian jawa.

“Wayang kulit penuh tuntunan tidak hanya tontonan saja. Ada ajaran dalam cerita wayang, serta ada keteladanan dalam tokoh-tokoh wayang. Pagelaran wayang kulit juga mengandung unsur seni-seni lain seperti seni sastra, seni rupa dan seni music”, ujarnya.

Reza Proyogam, salah satu siswa SMAN 7 mengakui senang dan bisa merasakan manfaat acara ini.

“Senang bisa mengenal wayang. Nama-nama tokohnya serta asal ksatriaannya”, ujar Reza.

Nyi Puspita memperkenalkan tokoh wayang Punakawan dalam Tepang Wayang.
Nyi Puspita memperkenalkan tokoh wayang Punakawan dalam Tepang Wayang.

Dalam setiap penampilan Tepang Wayang, Nyi Puspita akan melibatkan kelompok karawitan atau kesenian yang ada disekolah tersebut untuk pentas bersama. Hal ini dilakukan untuk mengapresiasi sekaligus memotivasi para siswa untuk terus berkesenian. Selain itu Nyi Puspita juga berencana akan melibatkan pelaku maupun seni yang ada di Purworejo untuk tampil Bersama dalam Tepang Wayang.

“Saat ini sudah ada 25 sekolah, sanggar maupun komunitas yang sudah berminat untuk dikunjungi oleh Tepang Wayang”, aku Nyi Puspita.

Nantinya Nyi Puspita, yang keseharian juga berprofesi guru ini akan menjadwalkan diri untuk mengunjungi sekolah maupun komunitas tersebut satu persatu. Uniknya lagi, Nyi Puspita tidak menarik biaya sepeserpun untuk kegiatannya ini. Hal ini diakuinya, dilakukan atas kecintaanya akan budaya jawa serta keinginannya untuk mengajak generasi muda dan masyarakat umum untuk melestarikan budaya Jawa. (P24-Nuh)