Lingkungan HidupPolitikReligi

Jaga Ekosistem, Jogo Kali Tanam Pohon dan Tebar 74 Ribu Benih Ikan

495
×

Jaga Ekosistem, Jogo Kali Tanam Pohon dan Tebar 74 Ribu Benih Ikan

Sebarkan artikel ini
Jogokali tebar 74 ribu benih ikan Di Sungai Bogowonto. (1/9/2019)
Jogokali tebar 74 ribu benih ikan Di Sungai Bogowonto. (1/9/2019)

BENER, purworejo24.com – Ancaman potensi berkurangnya ikan dan terganggunya ekosistem Sungai Bogowonto menjadi perhatian dari berbagai kalangan salah satunya komunitas Jogo Kali. Komunitas ini pun menanam ratusan bibit pohon dan menebar puluhan ribuan benih ikan ke sungai terbesar di Purworejo yaitu Sungai Bogowonto.

Dengan menggandeng berbagai komunitas lain seperti BPT, Pemuda Pancasila, GMPUR, Patco, Mancing Mania Purworejo, KTP, serta tokoh masyarakat dan ulama setempat, acara penanaman pohon dan penebaran ikan dilakukan di Bendungan Dusun Gupit, Desa Guntur Kecamatan Bener.

Komunitas Jogo melakukan penanaman bibit Aren di Sungai Bogowonto. Desa Guntur Kecamatan Bener, Purworejo. (1/9/2019)
Komunitas Jogo Kali melakukan penanaman bibit Aren di Sungai Bogowonto. Desa Guntur Kecamatan Bener, Purworejo. (1/9/2019)

Sebelum melakukan penanaman pohon dan penebaran benih ikan, mereka mengikuti dzikir dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan masyarakat di daerah tersebut yang dipimpin oleh Ketua Majelis Dikir Nurul Qodiri Purworejo, Kyai Merah yang juga Pembina Komunitas Jogo Kali. Setelah berdoa dan zikir bersama, para peserta pun bersama-sama melakukan penamaman bibit pohon di pinggir sungai Bogowonto, dan menebar benih ikan sejumlah 74 ribu ekor ke dalam sungai Bogownto.

Kyai Merah mengungkapkan acara ini merupakan kegiatan rutin Komunitas Jogo Kali yang dilakukan satu tahun 2 kali. Untuk kali ini sekaligus juga memperingati tahun baru Hijriah yang bertepatan dengan 1 September 2019.

“Kami selaku pembina Jogo Kali untuk menjaga lingkungan mengadakan agenda ini satu tahun 2 kali dan ke depan akan kita laksanakan satu bulan sekali,” ucapnya kepada purworejo24.com usai acara.

Dalam kegiatan ini dilakukan penanaman 600 batang bibit Aren. Pohon aren kini sudah menjadi tanaman langka karena semakin jarang orang menanam pohon ini. Selain sudah mulai langka, tanaman aren dipilih karena dianggap paling bagus untuk sabuk hijau.

Selain akar Aren yang bisa mengikat tanah dan menahan erosi, pohon Aren mempunyai nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat. Tak hanya menghasilkan nira untuk pembuatan gula Aren, buah Aren diolah menjadi kolang-kaling yang saat ini harganya

Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat dan komunitas melakukan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan di Sungai Bgowonto.
Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat dan komunitas melakukan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan di Sungai Bgowonto.

Muhammad  salah satu peserta dari Desa Guntur mengungkapkan pihaknya sangat senang sekali dengan adanya penanaman pohon maupun tebar benih ikan ini karena dapat memelihara lingkungan yana ada.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena kita nilai sangat positif bagi lingkungan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Kyai Merah menyampaikan lokasi desa Guntur mereka pilih karena saat ini mulai dibangun waduk yang konon akan menjadi bendungan tertinggi di Asia. Diharapkan, pembangunan bendungan ini selain membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, juga tidak merusak lingkungan sehingga merugikan masyarakat.

“Nantinya bendungan akan membutuhkan material-material dan akan timbul tambang-tambang, maka dari itu harus sesuai dengan peraturan yang ada dan benar benar harus dikaji, andai kata merugikan masyarakat, Kyai Merah akan siap bersama masyarakat untuk menyampaikan pendapat,” tandasnya.(P24-Byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.