KesehatanLingkungan HidupPemerintahanPendidikan

Gerakan Pungut Sampah, Latihan Mental Peduli Lingkungan

236
×

Gerakan Pungut Sampah, Latihan Mental Peduli Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Gerakan Pungut Sampah di Kutoarjo diikuti oelh TNO POLRI, pelajar dan sejumlah komunitas peduli lingkungan. (21/9/2019)
Gerakan Pungut Sampah di Kutoarjo diikuti oelh TNO POLRI, pelajar dan sejumlah komunitas peduli lingkungan. (21/9/2019)

KUTOARJO, purworejo24.com –Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo menggelar Gerakan Pungut Sampah 2019 , yang dipusatkan di Kecamatan Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pungut Sampah Sedunia (World Clean Up Day) yang mengajak untuk peduli pada lingkungan yang bebas dari sampah.

Kegiatan Pungut Sampah di Purworejo yang dilakukan Sabtu (21/9/2019) pagi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat di Purworejo mulai dari TNI, POLRI, pelajar, dan berbagai komunitas peduli lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di beberapa titik diantaranya di Terminal Kutoarjo, Jalan Tanjung Anom, Pasar Kutoarjo, Alun-alun dan Pasar Hewan Kutoarjo.

Kegiatan Pungut Sampah Purworejo 2019 dipusatkan di Kecamatan Kutoarjo.
Kegiatan Pungut Sampah Purworejo 2019 dipusatkan di Kecamatan Kutoarjo.

Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti membuka dan memberangkatkan langsung para peserta aksi setelah memberikan sambutan kepada para relawan yang hadir. Dalam sambutannya, Yuli Hastuti menyampaikan perubahan pradigma terkait sampah.

“Paradigma lama pengelolaan sampah dengan pendekatan penanganan akhir yaitu kumpul, angkut dan buang sudah saatnya ditinggalkan. Kita harus sudah mulai menggunakan undang-undang no 18/2008 dan memandang sampah sebagai sumberdaya yang mempunyai nilai ekonomi”, ungkapnya.

Yuli Hastuti juga menyampaikan gerakan Pungut Sampah berguna untuk menggugah kesadaran bahwa lingkungan bersih sangatlah penting untuk masa depan yang baik.

“Melatih mental yang biasanya bersikap apatis, malu dan gensgi memungut sampah setempat menjadi perduli terhadap lingkungan yang bebas sampah”

Lanjut Yuli Hatuti, produksi sampah di Purworejo mencapai ratusan ton dan hanya puluhan ton saja yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir. Hal ini menyebabkan banyaknya sampah menumpuk di lingkungan sekitar.

“Di Kabupaten Purworejo, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya mencapai ratusan ton, namun yang bisa diangkut ke tempat pembuangan akhir baru puluhan ton,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo Bambang Setiawan mengungkapkan selain di Kutoarjo, acara ini juga dilaksanakan serentak di 15 kecamatan lain di Kabupaten Purworejo dan diikuti oleh ratusan Pelajar, TNI, POLRI, Mahasiswa dan aktivis lingkungan serta masyarakat Umum.

Bambang Setiawan menambahkan, Hari Pungut Sampah Sedunia untuk Kabupaten Purworejo dipusatkan di Kecamatan Kutoarjo ini bertujuan menggerakan seluruh komponen masyarakat agar memungut sampah sekaligus untuk edukasi dan sosialisasi tentang sampah.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggerakkan seluruh komponen masyarakat memungut sampah pada hari ini, sekaligus untuk edukasi dan sosialisasi tentang baiknya pengelolaan sampah,” tandasnya. (P24-Byu/Nuh)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.