PemerintahanSeni BudayaWisata

1138 Pusaka Koleksi Museum Tosan Aji Dijamas

625
×

1138 Pusaka Koleksi Museum Tosan Aji Dijamas

Sebarkan artikel ini
Jamasan pusaka koleksi Museum Tosan Aji Purworejo.(28/9/2019)
Jamasan pusaka koleksi Museum Tosan Aji Purworejo.(28/9/2019)

PURWOREJO, purworejo24.com – Lebih dari seribu pusaka berupa keris, tombak, pedang, kujang hingga seperangkat gamelan peninggalan bupati pertama Purworejo RAA Tjokro Nagoro koleksi Museum Tosan Aji Purworejo, Jawa Tengah dijamas agar terjaga keawetannya. Turut dijamas sebuah pusaka yang berusia 7 abad peninggalan jaman kerajaan Pajajaran.

Jamasan Pusaka Tosan Aji dilakukan di jalan dr Setiabudi tepatnya di depan Pendopo Agung Kabupaten Purworejo, pada Jumat (27/9/2019) sore. Iring-iringan grup kesenian Cinpoling dari desa Jatirejo, Kaligesing yang menjadi cucuk lampah dalam jamasan ini menambah semarak acara.

“Penjamasan ini agar pusaka awet dan tidak cepat rusak. Selain itu, jamasan juga merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan sekaligus memberikan edukasi kepada mayarakat bagaimana cara membersihkan dan merawat pusaka itu,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo AP, saat ditemui purworejo24.com, disela acara.

Arak-arakan jamasan pusaka tosan aji. (27/9/2019)
Arak-arakan jamasan pusaka tosan aji. (27/9/2019)

Dijelaskan, jamasan tosan aji tahun ini dilaksanakan pada hari Jumat Kliwon, tanggal 27 September 2019, pada bulan sura, lantaran merupakan hari yang baik menurut perhitungan Jawa.

“Sesuai penghitungan para sesepuh, hari jumat kliwon ini merupakan hari yang baik untuk menjamas pusaka,” jelasnya.

Pusaka-pusaka yang telah dibawa itu kemudian dijamas oleh petugas museum. Berbagai uba rampe pun disiapkan untuk membersihkan benda-benda pusaka tersebut.

“Untuk yang pertama dijamas adalah pusaka milik kabupaten yakni keris mataraman dengan dapur tilam upih pamor bendo segodo dari abad ke-17, cundrik pamor adeg abad ke-14 dari kerajaan Pajajaran, pedang luwuk abad ke-17 dari kerajaan Mataram dan tombak biring pamor singkir abad ke-13 dari kerajaan Pajajaran,” ungkap Agung.

Setelah jamasan pusaka utama selesai, kemudian dilanjutkan dengan jamasan untuk pusaka lain yang merupakan koleksi dari Museum Tosan Aji. Tidak hanya koleksi milik museum Tosan Aji, ratusan pusaka milik masyarakat pun juga dititipkan untuk ikut dijamas.

“Jamasan sendiri sudah berlangsung sejak tanggal 1 Sura lalu dan terus dilaksanakan selama bulan sura karena tidak harus diselesaikan dalam sehari. Dari warga masyarakat juga banyak yang nitip untuk dijamas,” katanya.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.