Sholawat Jawa Jamjaneng dalam Pituruh Expo 2019. (22/8/2019)
PITURUH, purworejo24.com – Dalam rangka memeriahkan Peringatan Kemerdekaan RI ke-74, Pemerintah Kecamatan Pituruh, Purworejo Jawa Tengah, mengadakan Pituruh Expo 2019. Selain menampilkan produk unggulan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal, Expo kali ini juga menampilkan kesenian tradisional yang sudah mulai jarang ditampilkan yaitu Jamjaneng.
Kesenian Jamjaneng yang ditampilkan saat Pituruh Expo kali ini adalah sholawat berbahasa Jawa peninggalan Sunan Kalijogo yang ditampilkan oleh Grup sholawat Nurul Huda yang diketuai oleh Muh Yasir dari Megulunglor.
“Sholawat Jamjaneng ini dulu adalah tinggalan dari Wali Songo jadi kami berupaya terus melestarikan budaya ini di tengah modernitas zaman. Di Kecamatan Pituruh sendiri ada sekitar 6 desa yang masih melestarikan sholawat jawa yang di ciptakan Kanjeng Sunan,” ucap Muh Yasir.
Sholawat Jamjaneng ini berisi cerita sejarah Nabi Muhammad SAW yang dibawakan dengan iringan Tembang Jawa
Dalam sholawat Jamjaneng ini berisi cerita sejarah Nabi Muhammad SAW yang dibawakan dengan iringan Tembang Jawa. Muh Yasir berharap kesenian ini dapat diteruskan oleh generasi muda untuk menjaga kesenian ini tetap hidup dan nantinya dapat menjadi ikon dari Kecamatan Pituruh.
“Kami berharap para generasi milenial dapat meneruskan kesenian ini sehingga nantinya kesenian sholawat ini bisa menjadi ciri khas dari kecamatan kami,” lanjut Muh Yasir.
Pituruh Expo 2019 digelar dari tanggal 17 sampai 24 Agustus 2019 menampilkan produk unggulan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Acara yang digelar di halaman Kecamatan Pituruh ini juga bertujuan untuk mengangkat potensi budaya lokal yang ada di Pituruh. Selain Sholawat Jamjaneng, beberapa kesenian dan hiburan juga ditampilkan yaitu tari Dolalak, Kuda Kepang, musik keroncong, dan musik dangdut. (P24-Byu)