Pendidikan

Dosen UMNU Kebumen Ditantang Kembangkan Riset Pertanian dan Peternakan Berbasis Teknologi

19
×

Dosen UMNU Kebumen Ditantang Kembangkan Riset Pertanian dan Peternakan Berbasis Teknologi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Purworejo24.com — Pengusaha nasional sekaligus pendiri PT Ebod Jaya Bandung, H. Ebod Jaya, menantang para dosen Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen untuk berani melahirkan riset aplikatif di bidang pertanian dan peternakan berbasis teknologi yang benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Tak sekadar tantangan, Ebod Jaya juga menyiapkan dukungan pendanaan riset hingga Rp5 juta bagi karya riset yang terbukti logis, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata di lapangan.

Tantangan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Kemitraan dan Entrepreneurship UMNU Kebumen bersama PT Ebod Jaya Bandung yang digelar di Aula Aswaja Center UMNU Kebumen, Kamis (22/1/2026).

“Ilmu itu harus aplikatif dan bermanfaat. Saya tantang siapa pun yang serius melakukan riset. Kalau konsepnya jelas dan bisa diterapkan, saya siapkan dana awal Rp1 juta,” ujar Ebod Jaya di hadapan para dosen.

Ia memaparkan sejumlah peluang riset yang dinilai potensial untuk dikembangkan, mulai dari inovasi teknologi pakan ternak agar beternak kambing lebih efisien, pengembangan budidaya bebek, hingga riset pertanian untuk meningkatkan produktivitas cabai dan umbi-umbian agar lebih murah, cepat, dan menguntungkan.

Menurutnya, kemajuan sektor pertanian dan peternakan akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.

“Kalau pertanian dan peternakan produktif, orang tidak akan takut hidup di desa. Desa justru bisa menjadi pusat ekonomi,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi santai bersama dosen UMNU Kebumen, Ebod Jaya menekankan bahwa kunci keberhasilan wirausaha bukan semata modal uang, melainkan pola pikir dan mental yang kuat.

“Banyak orang Indonesia sebenarnya mampu, tapi kalah sebelum bertanding karena minder,” ungkapnya.

Ia juga mengkritisi mentalitas yang hanya menunggu perintah atau yang ia sebut sebagai mental kuli. Menurutnya, mental tersebut harus diubah menjadi mental entrepreneur dan pemimpin.

“Entrepreneur itu bukan yang diarahkan, tapi yang mengarahkan. Peradaban maju karena inisiatif,” katanya.

Terkait pengembangan riset di daerah, Ebod Jaya mendorong akademisi untuk menggali potensi dan kearifan lokal, lalu memadukannya dengan sentuhan teknologi agar menghasilkan nilai tambah.

“Kalau sebuah inovasi tidak membuat lebih murah, lebih cepat, atau lebih berkualitas, itu bukan teknologi,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Ebod Jaya menyatakan siap memfasilitasi riset yang logis dan aplikatif. Bahkan, jika riset tersebut terbukti berhasil dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar, ia menyiapkan bonus tambahan hingga Rp5 juta, tanpa batasan waktu selama pendanaan tersedia.

Menutup diskusi, Ebod Jaya kembali menegaskan pentingnya kebermanfaatan ilmu pengetahuan.

“Ilmu itu harus berguna dalam kehidupan sehari-hari. Kalau tidak, itu namanya ilmu halu,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UMNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, menegaskan bahwa kemitraan dengan dunia industri merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan global. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga harus menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi.

“Melalui kemitraan ini, UMNU Kebumen ingin melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berjiwa entrepreneur, siap bersaing, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Program DIKTISAINTEK Berdampak tersebut berlangsung interaktif. Selain pemaparan materi kewirausahaan, acara juga diisi dengan diskusi dan berbagi pengalaman membangun usaha. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan.(P24/*).


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.