LOANO, purworejo24.com — Kepengurusan baru Pewarta Purworejo periode 2026–2030 resmi dikukuhkan dan dilantik. Daniel Raja Here kembali dipercaya memimpin organisasi wartawan tersebut setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Anggota Pewarta Purworejo.
Pelantikan dan pengukuhan pengurus dilakukan oleh Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH di De’Loano Glamping and Cafe, kawasan Borobudur Highland, Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yuli Hastuti berpesan agar Pewarta Purworejo terus menjaga kualitas pemberitaan, etika jurnalistik, serta membangun komunikasi yang sehat dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Menurut Yuli, di tengah arus informasi yang semakin cepat, masyarakat membutuhkan informasi bukan hanya yang cepat, tetapi juga jelas, benar dan dapat dipercaya.
“Di tengah arus informasi yang semakin cepat, masyarakat tidak hanya membutuhkan berita yang cepat, tetapi juga informasi yang jelas, benar, dan dapat dipercaya. Karena itu, kualitas pemberitaan dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi menjadi hal yang sangat penting,” kata Yuli.
Ia berharap Pewarta Purworejo dapat terus menjaga etika jurnalistik dan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pemberitaan.
Pemerintah Kabupaten Purworejo, lanjutnya, juga terbuka membangun komunikasi dengan insan pers. Kemitraan tersebut diharapkan tetap dilandasi saling menghormati fungsi dan peran masing-masing.
“Pers dapat menjalankan fungsinya dan pemerintah dapat menyampaikan program serta kebijakan kepada masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Yuli juga mengajak Pewarta Purworejo menjaga komunikasi apabila muncul informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya yang berkaitan dengan Kabupaten Purworejo.
Ia meminta para wartawan tidak terburu-buru menyampaikan informasi yang belum terverifikasi dan mengedepankan konfirmasi kepada pihak terkait.
“Saya nyuwun tulung kepada teman-teman Pewarta yang di Purworejo ini, kalau mengatasi sesuatu ya monggo kita saling komunikasi. Jangan sampai Pewarta kita Purworejo yang sudah guyub rukun dan sudah komunikasi dengan pemerintah, tapi ada berita yang tidak benar malah datang dari lain kabupaten,” tutur Yuli.
Menurutnya, komunikasi tidak harus selalu dilakukan secara langsung dengan bupati. Insan pers dapat menyampaikan persoalan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian maupun kepala perangkat daerah terkait.
“Kalau ada sesuatu kita komunikasikan. Tidak harus ketemu saya, tapi bisa ke Mas Ganis atau kepala dinas yang mau dicurhati. Silakan,” katanya.
Selain menekankan kualitas jurnalistik, Yuli mengajak seluruh keluarga besar Pewarta Purworejo menjaga kebersamaan dan suasana guyub rukun.
Ia menyebut organisasi pers memiliki peran penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Bupati juga memberikan perhatian terhadap kegiatan kebersamaan Pewarta Purworejo. Ia menyampaikan agar agenda penguatan kapasitas dan kebersamaan insan pers tetap dapat dikomunikasikan dengan pemerintah daerah melalui perangkat terkait.
“Yang penting kebersamaan kita semua. Mari kita jaga kebersamaan, utamakan guyub rukun,” pesannya.
Yuli juga mengapresiasi pelaksanaan pengukuhan pengurus yang digelar di kawasan Borobudur Highland. Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan destinasi wisata di wilayah Purworejo.
Ia menilai kegiatan organisasi tidak harus selalu dilaksanakan di kawasan perkotaan, tetapi dapat sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan potensi daerah.
Sementara itu, Ketua Pewarta Purworejo periode 2026–2030, Daniel Raja Here, mengatakan kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya merupakan amanah untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus membawa Pewarta tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Daniel menyampaikan hal tersebut setelah dirinya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Anggota Pewarta Purworejo yang digelar Jumat (18/9/2026) malam di lokasi yang sama.
Menurutnya, Pewarta Purworejo bukan sekadar wadah berkumpulnya wartawan, tetapi juga ruang untuk membangun persaudaraan, memperkuat solidaritas, bertukar gagasan dan menjaga marwah profesi kewartawanan.
Untuk periode kepengurusan baru, Pewarta Purworejo mengusung visi “PENA PERS”.
PENA PERS merupakan akronim dari Profesional, Etis, Netral dan Independen, Akurat, Peduli Publik, Erat dalam Solidaritas, Responsif, serta Santun dan Bermartabat.
“Kepercayaan tersebut tentu bukan sekadar sebuah jabatan. Bagi saya, ini adalah amanah untuk menjaga apa yang telah dibangun para pendahulu, merawat kebersamaan yang telah tumbuh di antara anggota, dan membawa Pewarta Purworejo agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” kata Daniel.
Ia menegaskan, PENA PERS tidak ingin berhenti sebagai slogan organisasi. Nilai tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam karya jurnalistik maupun aktivitas organisasi.
Profesional, kata Daniel, berarti wartawan harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Etis berarti kebebasan pers berjalan beriringan dengan tanggung jawab.
Sementara netral dan independen menjadi pengingat agar pers menjaga jarak yang sehat dari berbagai kepentingan yang dapat memengaruhi kerja jurnalistik. Adapun akurasi menjadi dasar agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.
“Peduli publik mengingatkan kita bahwa di balik setiap berita ada kepentingan masyarakat yang harus diperhatikan. Erat dalam solidaritas berarti tidak boleh ada anggota yang berjalan sendirian,” ujarnya.
Daniel juga menegaskan pentingnya membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo, Forkopimda, BPOB, perangkat daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas dan berbagai elemen masyarakat.
Namun, menurutnya, sinergi tersebut tetap harus berjalan tanpa menghilangkan independensi pers.
“Pemerintah membutuhkan pers untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Sebaliknya, masyarakat membutuhkan pers untuk menyampaikan aspirasi, kritik dan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Di situlah pers memiliki posisi penting,” katanya.
Ia menambahkan, kritik merupakan bagian dari fungsi pers dalam kehidupan demokrasi. Di sisi lain, Pewarta juga terbuka terhadap koreksi apabila terdapat kekeliruan dalam pemberitaan.
“Pers yang sehat bukanlah pers yang tidak pernah salah, melainkan pers yang memiliki komitmen untuk terus memperbaiki diri dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang disampaikan,” ujarnya.
Daniel mengajak seluruh pengurus periode 2026–2030 menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar tempat menjalankan program.
“Bagi anggota, organisasi harus menjadi rumah. Bagi masyarakat, Pewarta harus menjadi bagian dari ekosistem informasi yang sehat. Dan bagi Kabupaten Purworejo, kami ingin Pewarta ikut mengambil bagian dalam membangun daerah melalui informasi yang mencerdaskan, kritis, konstruktif dan berpihak pada kepentingan publik,” katanya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









