BANYUURIP, purworejo24.com — Semangat kemerdekaan menggema dari Kampung Daleman, RW 001, Kelurahan Kledung Karangdalem, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo. Senin (17/8/2026) pagi, perempatan jalan kampung yang biasanya menjadi ruang lalu lalang warga berubah menjadi tempat berlangsungnya upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di bawah kibaran Sang Merah Putih, warga dari berbagai profesi dan generasi berdiri dalam satu barisan. Petani, pekebun, pedagang, pegawai swasta, anggota TNI dan Polri, pensiunan, tokoh masyarakat, pemuda, anak-anak hingga lanjut usia, bersama-sama mengikuti upacara dengan khidmat.
Tidak ada seragam khusus yang menjadi syarat. Yang menyatukan mereka adalah semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Meski digelar di tingkat RW, pelaksanaan upacara berlangsung serius dan tertib. Persiapan dilakukan layaknya upacara resmi, termasuk melalui seleksi petugas upacara. Tokoh masyarakat dan pemuda diberi kepercayaan untuk menjalankan berbagai tugas.
Tiga remaja, yakni Ulfa Kurniawati, Alif Nurohim, dan Rifki Nugroho, dipercaya sebagai pengibar bendera. Ketiganya menjalankan tugas dengan penuh percaya diri saat Sang Merah Putih dikerek menuju puncak tiang.
Suasana semakin khidmat ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan oleh grup paduan suara Gita Wanodya Tama PKK RW 001. Seluruh peserta berdiri tegak memberikan penghormatan kepada bendera kebangsaan.
Tokoh masyarakat setempat sekaligus purnawirawan TNI, Sunarto, bertindak sebagai pembina upacara. Sementara Sukamto dipercaya menjadi pemimpin upacara.
Dalam amanatnya, Sunarto mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mengisinya dengan persatuan, kepedulian, gotong royong, dan berbagai kebaikan.
“Hari ini kita berdiri bersama di bawah kibaran Sang Merah Putih untuk memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Kita mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa demi kemerdekaan yang kita nikmati hari ini,” pesannya.
Menurutnya, kebersamaan warga yang terlihat dalam upacara tersebut merupakan gambaran sederhana namun memiliki makna besar.
“Di tempat ini, kita berdiri bersama tanpa membedakan profesi, usia maupun latar belakang,” lanjutnya.
Koordinator Upacara Bendera, Edi Supriyanto, mengatakan kegiatan tersebut bukan kali pertama dilaksanakan warga RW 001 Kledung Karangdalem. Upacara bendera sudah menjadi bagian dari tradisi warga dalam memperingati Hari Kemerdekaan.
“Upacara bendera ini kami gelar rutin. Kali ini merupakan yang ketiga,” ujar Edi.
Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan bukan sekadar menjalankan seremoni peringatan HUT RI. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat di lingkungan tempat tinggal.
“Semangatnya adalah kebersamaan. Kita mengisi kemerdekaan dari berbagai unsur masyarakat dengan kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat, khususnya warga RW 001 Kledung Karangdalem,” katanya.
Antusiasme warga menjadi salah satu hal yang paling diapresiasi. Anak-anak, orang dewasa hingga para lansia turut mengambil bagian dalam upacara.
“Wah, ini semua masyarakat antusias, antusias banget. Mulai dari anak-anak, dewasa, dan orang tua semuanya antusias dalam memperingati HUT RI ke-81,” ungkapnya.
Semangat peringatan HUT ke-81 RI di RW 001 Kledung Karangdalem tidak berhenti setelah upacara bendera. Warga juga menyiapkan berbagai perlombaan yang melibatkan seluruh kelompok usia.
Anak-anak, orang dewasa hingga lansia mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dan menikmati suasana perayaan kemerdekaan di lingkungan mereka.
Rangkaian kegiatan tersebut akan mencapai puncaknya pada 23 Agustus 2026 melalui karnaval yang dirangkai dengan pawai gunungan.
“Dalam karnaval itu akan kami tampilkan berbagai potensi dan kreativitas warga menyusuri jalan-jalan perkampungan,” terang Edi.
Bagi warga Kampung Daleman, kemerdekaan tidak harus selalu dirayakan dengan kegiatan besar. Dari sebuah lingkungan kecil, semangat nasionalisme dapat tumbuh melalui kebersamaan, gotong royong, kepedulian, serta kemauan untuk menjaga persatuan antargenerasi.
Dari kampung itulah pesan kemerdekaan kembali ditegaskan: berbeda profesi dan usia, tetapi tetap berdiri bersama untuk Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






