PITURUH, purworejo24.com — Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi dan permainan rakyat warisan leluhur kembali dihidupkan di Desa Tapen, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Karang Taruna Desa Tapen menggelar rangkaian perlombaan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu–Minggu (29–30/8/2026).
Salah satu yang paling menarik perhatian warga adalah lomba gojek lesung. Uniknya, perlombaan tersebut diikuti perwakilan dari masing-masing Rukun Tetangga (RT) sehingga berlangsung meriah sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan antarwarga.
Lomba gojek lesung bukan sekadar permainan untuk mencari pemenang. Di balik kemeriahannya, kegiatan ini membawa pesan penting tentang upaya menjaga kearifan lokal agar tidak hilang ditelan zaman.
Andiko Sapdo dari Karang Taruna Desa Tapen mengatakan, lomba lesung sengaja dihadirkan untuk mengenalkan kembali salah satu tradisi masyarakat tempo dulu kepada generasi sekarang, khususnya generasi muda.
“Lomba lesung ini kami adakan untuk melestarikan kearifan lokal. Pesertanya dari masing-masing RT, sehingga selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga bisa mempererat kebersamaan antarwarga,” ujar Andiko.
Menurutnya, lesung memiliki nilai historis dan budaya yang kuat bagi masyarakat. Dahulu, lesung dikenal sebagai peralatan tradisional untuk menumbuk padi dan menjadi bagian dari aktivitas kehidupan masyarakat.
Karena itu, menurut Andiko, keberadaan lomba tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan kembali nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.
“Harapannya generasi muda tidak hanya mengenal lesung dari cerita, tetapi juga mengetahui bagaimana tradisi dan permainan masyarakat dahulu,” imbuhnya.
Semarak Kemerdekaan di Desa Tapen tidak hanya menghadirkan lomba tradisional untuk orang dewasa. Beragam perlombaan disiapkan untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga masyarakat umum.
Untuk kategori PAUD/TK, peserta mengikuti lomba mewarnai gambar dan memasukkan bola warna ke dalam cup.
Sementara kategori SD kelas 1–3 diisi dengan lomba makan kerupuk menggunakan pancing, memasukkan paku ke dalam botol, memindahkan air menggunakan kaki, serta memasukkan air ke dalam cup.
Kemudian kategori SD kelas 4–6 menghadirkan lomba memasukkan paku ke botol menggunakan kaca, memindahkan air menggunakan kaki, memindahkan sedotan menggunakan mulut, serta memasukkan balon air dengan mata tertutup.
Untuk kategori SMP, peserta beradu keseruan dalam lomba memindahkan air menggunakan kepala, memecahkan balon dengan mata tertutup, memindahkan sedotan menggunakan mulut, hingga makan kerupuk.
Sementara itu, kategori umum diisi lomba tangkap bebek, makan biskuit, makan pisang, dan tarik tambang.
Adapun kategori RT menjadi salah satu bagian yang sarat nuansa kebersamaan dengan tiga perlombaan, yakni gojek lesung, PBB, dan tarik tambang.
Lomba untuk kategori SD hingga SMP digelar pada Sabtu (29/8/2026) mulai pukul 13.00 WIB. Sedangkan kategori PAUD/TK, umum, dan RT dilaksanakan pada Minggu (30/8/2026) mulai pukul 08.00 WIB di SDN Tapen.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk merawat budaya, membangun interaksi sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong.
Gojek lesung menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi lama dapat dikemas dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan dan relevan bagi masyarakat saat ini.
Melalui kegiatan tersebut, Karang Taruna Desa Tapen ingin memastikan bahwa kearifan lokal tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Tradisi justru dapat terus diperkenalkan, dimainkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Semangat kemerdekaan pun terasa semakin bermakna ketika warga tidak hanya merayakannya dengan kemeriahan, tetapi juga merawat budaya, memperkuat persaudaraan, dan menjaga tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Desa Tapen.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









