GRABAG, purworejo24.com — Musibah laut terjadi di perairan Pantai Genjik, Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Kapal penangkap ikan Sinar Bahari terbalik setelah gagal melewati gelombang besar saat hendak melaut.
Tiga awak kapal terjatuh ke laut dalam kejadian tersebut. Dua awak berhasil diselamatkan, sedangkan satu awak lainnya, Tri Waseso, meninggal dunia.
Kapolsek Grabag AKP Santoso mengatakan, kapal katir/cadik Sinar Bahari berangkat dari Desa Kertojayan untuk menangkap ikan. Kapal tersebut diawaki Sumono sebagai tekong atau jurumudi, serta Udriyono dan Tri Waseso sebagai anak buah kapal (ABK).
Musibah terjadi ketika kapal berada sekitar 100 meter dari bibir pantai. Saat berusaha melewati ombak besar, mesin kapal tiba-tiba mati sehingga kapal tidak mampu melewati gelombang dan akhirnya terbalik.
“Mesin perahu mengalami pecah busi pada saat melaut dan menyebabkan mesin mati. Ombak pada saat kejadian juga dalam kategori besar,” ujar AKP Santoso.
Kejadian tersebut diketahui oleh dua warga yang berada di sekitar pantai, yakni Sujono dan Sunardi alias Bawor. Keduanya segera memberikan pertolongan dengan menggunakan perahu menuju lokasi kapal terbalik.
Sesampainya di lokasi, Sujono dan Sunardi menemukan Sumono dan Udriyono dalam kondisi sadar. Keduanya kemudian dievakuasi ke atas perahu untuk dibawa ke tempat aman.
Sementara itu, Tri Waseso belum ditemukan. Pencarian dilakukan di sekitar lokasi kecelakaan. Sekitar 10 menit kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Tri Waseso segera dibawa ke pantai dan selanjutnya dievakuasi ke UPT Puskesmas Mirit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Berdasarkan pemeriksaan tim medis, korban mengalami gagal napas. Petugas juga menemukan air keluar dari hidung korban dan tidak menemukan luka yang mengarah pada kekerasan.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, kapal diketahui dalam kondisi baik sebelum digunakan untuk melaut. Ketiga awak kapal juga disebut telah mengenakan pelampung ketika kecelakaan terjadi.
Jenazah Tri Waseso kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan Pemerintah Desa Kertojayan untuk dimakamkan sesuai adat istiadat setempat. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan bersedia membuat surat pernyataan.
Penanganan kecelakaan melibatkan personel Polsek Grabag, Satreskrim Polres Purworejo, Unit Inafis, serta tim medis. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, dan melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat hendak melaut. Polisi mengimbau nelayan untuk terlebih dahulu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang, sekaligus memastikan mesin kapal serta seluruh perlengkapan keselamatan dalam kondisi layak sebelum berangkat.
Kesiapan menghadapi kondisi laut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terutama ketika nelayan harus menghadapi gelombang besar di wilayah perairan selatan Purworejo.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









