GEBANG, purworejo24.com – Stand sembako murah milik Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Purworejo menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat dalam ajang Gebang Expo 2026.
Melalui kolaborasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), PDAU menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan membantu daya beli masyarakat.
Direktur PDAU Purworejo, Rainier, S.T., menjelaskan bahwa keikutsertaan PDAU dalam Gebang Expo merupakan bagian dari dukungan terhadap program pengendalian inflasi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
“Kami bekerja sama dengan TPID dan Bulog untuk menghadirkan sembako dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya, saat di temui di lokasi pada Jumat (31/7/2026).
Selama pelaksanaan expo yang berlangsung selama tiga hari, PDAU menyediakan tiga komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat, yakni beras SPHP, Minyakita, dan telur ayam.
Rainier menjelaskan, harga telur yang biasanya dijual Rp22.500 per kilogram dapat dibeli hanya Rp20.500 dengan kupon subsidi. Sementara beras SPHP kemasan 5 kilogram dari harga normal Rp62.500 menjadi Rp60.500, sedangkan Minyakita yang semula Rp31.400 dijual seharga Rp29.400 bagi masyarakat yang menggunakan kupon subsidi.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki kupon, pembelian tetap dapat dilakukan dengan harga normal yang telah disesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Seluruh stok yang diberikan Bulog akan kami optimalkan selama tiga hari pelaksanaan expo,” kata Rainier.
Tak hanya menjual sembako murah, PDAU juga memperkenalkan berbagai layanan usahanya kepada masyarakat. Salah satunya adalah Toko Pengendali Inflasi yang berlokasi di kawasan Pasar Baledono, serta usaha peternakan ayam petelur yang saat ini telah memiliki sekitar 1.080 ekor ayam petelur.
Menurut Rainier, usaha tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan telur sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran. Bahkan, PDAU juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah desa, BUMDes, maupun masyarakat yang ingin mengembangkan usaha peternakan ayam petelur.
“Kami ingin seluruh masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara merata. PDAU siap mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Purworejo, Ari Wibowo, S.T., menjelaskan bahwa pengendalian inflasi di daerah dilaksanakan melalui empat pilar utama, yakni menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Menurut Ari, keberadaan Toko Pengendali Inflasi yang dikelola PDAU merupakan salah satu strategi TPID untuk menjaga harga komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi, seperti beras, minyak goreng, dan telur.
“Kami bekerja sama dengan Bulog agar harga kebutuhan pokok tetap stabil. Toko Pengendali Inflasi ini juga bisa melayani permintaan dari desa-desa apabila terjadi disparitas harga yang cukup tinggi,” jelasnya.
Selain melalui PDAU, pengendalian inflasi juga dilakukan melalui berbagai program lintas perangkat daerah. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) rutin menggelar Gerakan Pangan Murah yang mempertemukan langsung petani dengan konsumen sehingga mampu memotong rantai distribusi. Sementara Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DinKUKMP) melaksanakan operasi pasar apabila terjadi kenaikan harga komoditas tertentu berdasarkan pemantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH).
Ari menyebutkan, hingga saat ini kondisi IPH di Kabupaten Purworejo masih relatif terkendali karena pemantauan dilakukan secara berkala setiap pekan, disertai langkah cepat apabila ditemukan lonjakan harga.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying ketika terjadi kenaikan harga beberapa komoditas.
“Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga dan mengambil langkah-langkah pengendalian. Masyarakat tidak perlu panik. Jika harga di pasar dirasa tinggi, silakan memanfaatkan Toko Pengendali Inflasi PDAU di Pasar Baledono atau menghubungi PDAU untuk pelayanan di desa,” ujarnya.
Melalui kehadiran stand sembako murah di Gebang Expo 2026, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap masyarakat semakin mengenal berbagai program pengendalian inflasi yang telah berjalan.
Selain memberikan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa pengendalian inflasi memerlukan kolaborasi antara pemerintah, BUMD, Bulog, pelaku usaha, hingga masyarakat agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









