GEBANG, purworejo24.com – Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi secara resmi membuka Gebang Expo 2026 di Lapangan Gendosari, depan Kantor Kecamatan Gebang, Jumat (31/7/2026).
Mengusung tema “Temu Karya, Tumbuh Bersama”, kegiatan yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 ini menjadi ajang promosi potensi desa, pengembangan UMKM, pelestarian seni budaya, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui semangat gotong royong.
Pembukaan expo ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada salah satu pelaku UMKM. Setelah seremoni, Wabup bersama jajaran tamu undangan meninjau seluruh stan peserta expo.
Dalam sambutannya, Dion Agasi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Gebang, BUMDesma, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh panitia yang telah sukses menyelenggarakan Gebang Expo untuk keempat kalinya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ruang bertemunya para pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah untuk bersama-sama menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Semoga Gebang Expo 2026 menjadi wadah promosi bagi para pelaku UMKM, sekaligus menjadi sarana perputaran uang di Kecamatan Gebang. Harapannya, kegiatan ini mampu membuka pintu rezeki bagi para pelaku UMKM, khususnya di Kecamatan Gebang dan Kabupaten Purworejo pada umumnya,” ujar Dion.
Di tengah tantangan perlambatan ekonomi, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan gerakan “Larisi Purworejo, Tresno Purworejo” sebagai aksi nyata, bukan sekadar slogan.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), untuk memprioritaskan membeli produk-produk asli Purworejo selama masih tersedia sebagai alternatif kebutuhan.
“Ketika kita memiliki pilihan antara membeli produk luar daerah atau produk asli Purworejo, mari kita utamakan produk lokal. Dengan begitu, uang yang kita belanjakan akan berputar di daerah sendiri dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha serta masyarakat Purworejo,” tegasnya.
Menurut Dion, keberpihakan terhadap produk lokal merupakan bentuk gotong royong ekonomi yang mampu memperkuat daya tahan UMKM di tengah persaingan dengan produk dari luar daerah maupun impor.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial untuk ikut mempromosikan Gebang Expo agar semakin banyak pengunjung yang datang.
“Silakan foto-foto, unggah di Facebook, Instagram, atau media sosial lainnya. Dengan saling membantu mempromosikan, kita ikut mendukung pelaku UMKM agar usahanya semakin berkembang,” katanya.
Sementara itu, Camat Gebang, Endah Hanna Rosanti, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa Gebang Expo telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat dan terus berkembang sebagai agenda yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mengangkat tema “Temu Karya, Tumbuh Bersama”, expo menjadi simbol semangat kebersamaan seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Gebang untuk saling mendukung, berkolaborasi, dan berkembang bersama.
“Kami ingin seluruh desa, pelaku UMKM, BUMDes, dan masyarakat dapat berkumpul, bekerja sama, saling melengkapi, sehingga bisa tumbuh dan berkembang bersama tanpa meninggalkan siapa pun,” ujarnya.
Tahun ini, Gebang Expo menghadirkan 25 stan yang diisi oleh perwakilan desa dan kelurahan serta sejumlah perangkat daerah. Berbagai layanan publik juga tersedia, di antaranya pelayanan perizinan usaha, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), layanan kesehatan gratis, hingga pelayanan UMKM.
Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan stan sembako murah sebagai bagian dari program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Untuk menambah daya tarik, panitia juga menyiapkan undian berhadiah yang akan diundi pada 1 Agustus 2026, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat selama pelaksanaan expo.
Gebang Expo 2026 menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, BUMDesma, pelaku UMKM, dan masyarakat mampu menghadirkan ruang promosi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap semakin banyak masyarakat yang mencintai, menggunakan, dan memasarkan produk lokal. Dengan demikian, semangat “Larisi Purworejo, Tresno Purworejo” dapat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









