EkonomiPemerintahan

Wacana Pengelolaan Parkir Puskesmas oleh Dishub Purworejo, Berpotensi Tingkatkan PAD

35
×

Wacana Pengelolaan Parkir Puskesmas oleh Dishub Purworejo, Berpotensi Tingkatkan PAD

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, Agus Widiyanto
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, Agus Widiyanto

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mengkaji wacana pengelolaan parkir di seluruh puskesmas sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rencana ini merupakan tindak lanjut dari surat yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo pada Desember 2025 lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, Agus Widiyanto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pemetaan di lapangan guna mengetahui potensi parkir di masing-masing puskesmas.

Seperti yang sudah kami terima dari Dinas Kesehatan, parkir di puskesmas akan diserahkan pengelolaannya kepada Dishub. Saat ini kami menurunkan tim untuk melakukan pemetaan, termasuk mengecek status lahan, apakah milik pemda atau desa,” jelas Agus, saat ditemui dikantornya, pada Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan potensi pendapatan serta skema pengelolaan yang tepat. Parkir di puskesmas nantinya akan masuk dalam kategori parkir khusus, berbeda dengan parkir di tepi jalan umum.

Parkir ini berada di lahan yang memang disediakan oleh puskesmas. Namun, bagi puskesmas yang tidak memiliki lahan parkir memadai, kami tidak akan memaksakan. Semua tetap menyesuaikan kondisi di lapangan,” imbuhnya.

Dishub juga berencana menggandeng pihak akademisi, salah satunya Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk mengkaji lebih dalam potensi pendapatan dari sektor parkir di Kabupaten Purworejo.

Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menetapkan target PAD ke depan.

Selain aspek pendapatan, Agus menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa pengelolaan parkir akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung, seperti sistem pemantauan melalui CCTV serta fasilitas penunjang kenyamanan.

Jika memang diperlukan, kami akan menambah fasilitas seperti loket parkir maupun kanopi agar masyarakat, khususnya pasien, merasa lebih nyaman. Karena pada dasarnya, yang kami jual adalah jasa pelayanan,” ujarnya.

Terkait tenaga pengelola parkir, Dishub akan mengedepankan kearifan lokal dengan melibatkan masyarakat setempat.

Namun, apabila diperlukan, pihaknya juga menyiapkan opsi lain guna memastikan pengelolaan berjalan optimal.

Agus juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi pelaksanaan di lapangan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas pelayanan serta mencegah potensi penyimpangan.

Peran masyarakat sangat kami butuhkan untuk ikut mengawasi. Jika ada kekurangan, tentu akan menjadi bahan evaluasi dan pembinaan bagi petugas kami,” tambahnya.

Sebagai perbandingan, skema parkir khusus saat ini telah diterapkan di beberapa lokasi seperti GOR Sarwo Edhi Wibowo dan pasar.

Sementara untuk rumah sakit, seperti RSUD Tjitrowardojo, pengelolaan parkir dilakukan secara mandiri oleh pihak rumah sakit melalui skema BLUD sesuai peraturan yang berlaku.

Dalam waktu dekat, Dishub berencana mengundang seluruh puskesmas di 16 kecamatan untuk sosialisasi terkait rencana tersebut.

Diharapkan, langkah ini dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam mengoptimalkan potensi PAD sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di Kabupaten Purworejo. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.