Kesehatan

PMI Purworejo Gelar Musker 2026 dan Muskab 2026–2031, Bupati Tekankan Profesionalisme dan Sinergi Kemanusiaan

38
×

PMI Purworejo Gelar Musker 2026 dan Muskab 2026–2031, Bupati Tekankan Profesionalisme dan Sinergi Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Bupati saat memberikan reward kepada PMI Kecamatan yang aktif dalam kegiatan donor darah
Bupati saat memberikan reward kepada PMI Kecamatan yang aktif dalam kegiatan donor darah

PURWODADI, purworejo24.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo menggelar Musyawarah Kerja (Musker) Tahun 2026 dan Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Masa Bakti 2026–2031 di RM Pring Sewu Purworejo, pada Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi kinerja organisasi sekaligus penentuan arah dan kepemimpinan PMI Purworejo ke depan.

Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten Purworejo atas dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa PMI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam pelayanan sosial, kesehatan, penanggulangan bencana, serta berbagai aksi kemanusiaan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

PMI telah berperan besar dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam pelayanan kemanusiaan. Oleh karena itu, saya berharap PMI terus meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap programnya,” ujar Bupati.

Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Purworejo Tahun 2026 menjadi forum evaluasi pelaksanaan program dan pertanggungjawaban keuangan Tahun 2025, sekaligus penetapan rencana kerja dan anggaran Tahun 2026. Bupati berharap seluruh proses musyawarah berjalan terbuka dan akuntabel agar PMI semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Musyawarah Kabupaten PMI Masa Bakti 2026–2031 menjadi agenda penting untuk memilih kepengurusan baru.

Bupati menekankan pentingnya kepengurusan yang solid, berintegritas, serta mampu memperluas sinergi dengan berbagai pihak demi keberlanjutan tugas-tugas kemanusiaan.

Saya mengajak seluruh peserta musyawarah untuk menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan musyawarah mufakat, serta mengedepankan kepentingan kemanusiaan di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegasnya.

Wakil Ketua II PMI Kabupaten Purworejo, Ernawan, menjelaskan bahwa Muskab merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2026 sekaligus memilih ketua PMI yang baru.

Secara aturan AD/ART organisasi, Ibu Yuli Hastuti yang kini menjabat sebagai Bupati Purworejo tidak diperbolehkan pengurus PMI, mungkin sebagai Pembina. Oleh karena itu, kepemimpinan PMI diserahkan melalui mekanisme Muskab,” jelas Ernawan.

Peserta Muskab terdiri dari perwakilan PMI Kecamatan se-Kabupaten Purworejo, relawan KSR, KSM, Forum Relawan, Palang Merah Remaja (PMR), serta pengurus PMI Kabupaten sebelumnya.

Selama masa bakti 2021–2026, PMI Purworejo mencatat berbagai capaian, salah satunya peningkatan ketersediaan darah.

Saat ini PMI Purworejo melayani kebutuhan darah untuk 14 rumah sakit dan klinik, dengan rata-rata penyediaan sekitar 14.500an kantong darah per tahun atau sekitar 1.300 kantong per bulan.

Pengumpulan darah dilakukan melalui mobil unit donor darah yang aktif menyasar instansi pemerintah, sekolah, TNI-Polri, perbankan, organisasi, serta komunitas masyarakat.

PMI juga membina kelompok masyarakat desa agar donor darah sukarela dapat berjalan berkelanjutan.

Beberapa kecamatan yang aktif, seperti Ngombol, Bagelen dan Butuh, bahkan mendapatkan reward, sementara kecamatan lainnya memperoleh dana stimulan operasional.

Dalam bidang pelayanan, Laboratorium PMI Kabupaten Purworejo telah meraih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan pada November 2025.

Ernawan menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan serta keamanan darah.

Selain pelayanan darah, PMI Purworejo juga aktif dalam penanganan bencana dan pelayanan sosial kesehatan, baik di dalam maupun luar daerah.

Terbaru, PMI Purworejo menyalurkan bantuan ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berupa kasur huntara, tempat sampah, serta buku Iqro bagi anak-anak terdampak bencana.

Menjelang bulan Ramadan, PMI Purworejo juga mengantisipasi penurunan jumlah pendonor dengan menggelar donor darah sukarela secara intensif, termasuk pada malam hari.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok darah agar tetap aman dan mencukupi.

Kami berharap sinergi antara PMI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjaga. Ketersediaan darah adalah tanggung jawab bersama demi keselamatan dan kemanusiaan,” pungkas Ernawan. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.