Kesehatan

Pemkab Purworejo Perkuat Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Sosialisasi dan Pelatihan KHA

33
×

Pemkab Purworejo Perkuat Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Sosialisasi dan Pelatihan KHA

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai kegiatan
Foto bersama usai kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus memperkuat komitmen dalam melindungi hak anak dan menekan angka pernikahan dini yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak dan Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) Kabupaten Purworejo.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PKK Kabupaten Purworejo, Selasa (14/4/2026), dan dibuka secara langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti.

Turut mendampingi Kepala DPPPAPMD Laksana Sakti.

Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan perangkat desa dari delapan kecamatan, yakni Purworejo, Gebang, Ngombol, Bayan, Banyuurip, Kaligesing, Bener, dan Loano.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas komitmen dan peran aktif dalam upaya perlindungan anak sebagai generasi penerus bangsa.

Anak merupakan aset bangsa yang harus kita lindungi bersama. Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk menjamin pemenuhan hak anak serta mencegah praktik perkawinan usia anak,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti berbagai dampak negatif dari pernikahan dini yang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga terhadap pembangunan daerah secara keseluruhan.

Menurutnya, pernikahan usia anak dapat menghambat akses pendidikan, meningkatkan risiko kemiskinan, serta menimbulkan persoalan kesehatan, terutama bagi ibu dan bayi.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan di tingkat desa mengenai pentingnya pencegahan pernikahan anak, sekaligus memperkuat implementasi Konvensi Hak Anak (KHA) dalam kehidupan bermasyarakat.

Sosialisasi dan pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi persuasif dan berkelanjutan yang menekankan pentingnya edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta peran keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat, diharapkan angka pernikahan dini di Kabupaten Purworejo dapat ditekan, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal demi masa depan yang lebih baik.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.