BANYUURIP, purworejo24.com – SMP Negeri 33 Purworejo menggelar Pentas Seni Generasi Nusantara bertajuk Seribu Karya sebagai ujian praktik seni musik bagi siswa kelas IX.
Kegiatan yang berlangsung sehari pada Sabtu (7/2/2026) ini diperankan oleh siswa kelas IX E, IX F, dan IX G, sekaligus menjadi puncak pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya selama menempuh pendidikan di jenjang SMP.
Pentas seni tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas siswa, tetapi juga sarana pembelajaran nyata dalam berorganisasi, berkreasi, serta berkolaborasi.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, dilaksanakan secara mandiri oleh siswa dengan pendampingan guru.
Guru Seni Musik SMP Negeri 33 Purworejo, Ermin Setiawati, menjelaskan bahwa ujian praktik ini merupakan akumulasi proses pembelajaran seni musik sejak kelas VII hingga kelas IX.
Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya dinilai dari penampilan di atas panggung, tetapi juga dari keterlibatan mereka dalam mengelola acara.
“Anak-anak saya bimbing mulai dari pembentukan panitia di masing-masing kelas, penyusunan proposal kegiatan, hingga pelaksanaan pentas seni. Harapannya, ilmu yang mereka peroleh dapat diterapkan di masyarakat ke depan, misalnya dalam mengelola kegiatan atau menjadi event organizer,” jelas Ermin, saat ditemui disela acara.
Ia mengakui, selama proses persiapan terdapat berbagai tantangan yang dihadapi siswa, seperti kurangnya rasa percaya diri di awal, padatnya jadwal latihan, hingga keterbatasan pendanaan. Namun, kondisi tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
“Pendanaan mereka gali sendiri. Ada yang mencari sponsor, ada pula yang berjualan makanan hasil kreasi kelas. Dari situ anak-anak belajar mandiri, bertanggung jawab, dan bekerja sama,” tambahnya.
Tahun ini, ujian praktik seni musik diikuti oleh tiga kelas, yakni IX E, IX F, dan IX G, sesuai dengan pembagian mata pelajaran seni musik di sekolah tersebut.
Beragam penampilan disuguhkan, mulai dari paduan suara, tari, drama, hingga ansambel musik.
Seluruh konsep pertunjukan merupakan hasil ide dan kreativitas siswa, sementara guru berperan sebagai pembimbing.
Salah satu siswa kelas IX E, Najma Rakhma Nurani, mengungkapkan rasa bangganya setelah melalui proses latihan yang cukup panjang.
“Kami latihan berhari-hari, dari pagi sampai sore, bahkan ada yang sampai malam. Ini puncaknya. Tema yang kami angkat adalah Nusantara,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Imania Rizqi Azzahra, juga dari kelas IX E. Ia menjelaskan bahwa kelasnya menampilkan empat jenis pertunjukan, yaitu vokal, musik, tari Wonderland Indonesia, serta drama yang melibatkan 31 siswa.
“Walaupun sempat mengalami kekurangan dan harus benar-benar kompak, justru itu yang membuatnya seru. Ini juga menjadi pementasan terakhir kami sebelum lulus,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 33 Purworejo, Muslikhah, menyampaikan bahwa pentas seni ini merupakan bagian dari ujian keterampilan kelas IX yang dilaksanakan sesuai kalender akademik.
Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menilai hasil akhir pertunjukan, tetapi juga proses yang dijalani siswa.
“Kami melihat bagaimana anak-anak belajar mandiri, bekerja sama, memimpin, serta menerapkan ilmu yang mereka dapatkan selama bersekolah di sini. Semua kegiatan ini merupakan hasil kreativitas siswa di masing-masing kelas,” tuturnya.
Muslikhah juga mengapresiasi upaya siswa dalam melakukan promosi kegiatan serta penggalangan dana secara mandiri. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya maupun saat terjun ke masyarakat. Nilai-nilai kerja sama, kepemimpinan, dan tanggung jawab semoga terus mereka terapkan di masa depan,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







