Kesehatan

79 Warga Trirejo Terdampak Dugaan Keracunan Massal, Kondisi Pasien Berangsur Membaik

66
×

79 Warga Trirejo Terdampak Dugaan Keracunan Massal, Kondisi Pasien Berangsur Membaik

Sebarkan artikel ini
Pengecekan kembali warga yang terdampak dugaan keracunan masal di Desa Trirejo
Pengecekan kembali warga yang terdampak dugaan keracunan masal di Desa Trirejo

LOANO, purworejo24.com – Sebanyak 79 warga Dusun Kedungdowo, RT 1 RW 4 dan RT 2 RW 4, Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, terdampak kejadian luar biasa (KLB) dugaan keracunan massal usai mengonsumsi makanan dalam sebuah hajatan warga, pada Minggu (15/2/2026) malam.

Kepala Desa Trirejo, Andhi Prasetiawan, menyampaikan bahwa dari total warga terdampak, lima orang sempat menjalani perawatan inap di rumah sakit.

Tiga pasien dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Purworejo dan dua pasien dirawat di RSUD RAA Cokronegoro Purworejo.

Berdasarkan informasi dari Kapolsek Loano, Iptu Utomo, yang turut memantau langsung ke lapangan, kondisi kelima pasien saat ini sudah membaik dan diperkirakan sore hari ini diperbolehkan pulang,” ujar Andhi, saat ditemui pada Selasa (17/2/2026).

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo bersama petugas Puskesmas Loano serta dibantu kader kesehatan Desa Trirejo melakukan tracking dan pemeriksaan ulang terhadap seluruh warga yang sebelumnya terdampak.

Langkah ini dilakukan untuk mendata keluhan lanjutan serta memantau perkembangan kondisi kesehatan warga, meskipun sebelumnya telah diberikan pengobatan.

Andhi menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat salah satu warga, Boni Rohyati, menggelar hajatan ruwahan dan kirim doa leluhur pada Minggu malam selepas Magrib.

Sekitar 64 warga diundang dalam acara tersebut dan menerima paket walimah atau berkat yang dipesan dari salah satu jasa katering di wilayah Purworejo.

Setelah mengonsumsi paket berkat, beberapa warga mengeluhkan mual, sakit perut, bahkan sesak napas. Namun secara kasat mata, nasi berkat tersebut terlihat masih baik dan tidak tercium bau basi,” jelasnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, petugas kesehatan telah mengambil sampel makanan dari salah satu paket berkat yang masih utuh milik warga, yang juga merupakan perangkat desa.

Sampel tersebut saat ini tengah diuji di laboratorium, dan hasilnya masih menunggu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.

Karena ditetapkan sebagai kejadian luar biasa, seluruh biaya pengobatan warga terdampak ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Pihak katering juga telah mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Camat Loano, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, serta perwakilan Pemerintah Desa Trirejo pada Senin sore.

Andhi berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia mengimbau para penyedia jasa katering agar lebih teliti dalam pengolahan makanan, terutama terkait kebersihan, kualitas bahan, serta masa kedaluwarsa.

Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Purworejo untuk penanganan lanjutan,” tegasnya.

Atas nama Pemerintah Desa Trirejo, Andhi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respons cepat berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan, Sekretaris Daerah, jajaran rumah sakit, Forkopimcam Loano, hingga relawan dan paguyuban ambulans yang sigap melakukan evakuasi dan siaga di lokasi.

Solidaritas semua pihak sangat membantu, terutama saat jumlah warga terdampak cukup banyak,” pungkasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.