PURWOREJO, purworejo24.com — Di bawah langit senja Alun-Alun Purworejo, layar sinema terbentang bukan sekadar untuk hiburan.
Rabu (31/12/2025) sore, Forum Film Purworejo bersama Komite Film Dewan Kesenian Purworejo menggelar Srawung Sinema #4, sebuah pemutaran film bertajuk Solidaritas untuk Sumatra yang menjadi ruang empati bagi para penyintas banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra dan Aceh.
Berlokasi di Amphitheater Alun-Alun Purworejo, kegiatan ini menghadirkan masyarakat, pegiat film, dan komunitas seni dalam satu ruang kebersamaan.
Ketua Srawung Sinema, Eileena Julinda Lyana, mengatakan, melalui medium sinema, mereka diajak merasakan kembali duka, ketahanan, dan harapan warga Sumatra yang tengah berjuang bangkit pascabencana. Para penonton juga diajak galang dana untuk korban banjir Aceh dan Sumatra.
Seluruh donasi yang terkumpul dalam kegiatan ini akan disalurkan kepada korban banjir dan longsor melalui yayasan di Aceh, dengan pendampingan jejaring komunitas film serta koordinasi Forum Film Purworejo. Penggalangan donasi masih dibuka hingga 1 Januari 2026.
Srawung Sinema #4 juga menjadi penanda awal rangkaian “Purworejo Gumebyar Tahun Anyar 2026”, sebuah perayaan pergantian tahun yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menegaskan nilai kebudayaan, kepedulian sosial, dan solidaritas lintas daerah.
“Mengusung tema kebersamaan di penghujung tahun, edisi keempat Srawung Sinema menayangkan karya-karya sineas Sumatra yang sarat isu kemanusiaan, sosial, dan lingkungan,” kata Eileena pada Rabu (31/12/2025).
Film-film yang diputar antara lain “INDOS” karya Rino Tri Putra (Sumatra Barat), “NGAYIKAH” garapan Dirmawan Hatta (Bengkulu), “SELUBUNG KAIN PUTIH” karya Azhari (Aceh), serta “HIKAYATUSSISTANCE”, dokumenter hibrida karya Muhammad Hendri (Aceh).
Eileena Julinda Lyana, menyebut pemutaran film ini sebagai wujud empati kolektif dari Purworejo untuk Sumatra.
“Pemutaran film ini kami hadirkan sebagai ruang empati bersama. Melalui sinema, kami ingin mengajak masyarakat Purworejo ikut merasakan dan memahami kondisi saudara-saudara kita di Sumatra, khususnya Aceh, yang terdampak banjir dan longsor,” ujar Eileena.
Ia menegaskan bahwa seluruh donasi akan disalurkan secara terkoordinasi agar tepat sasaran.
“Donasi masih dibuka hingga 1 Januari 2026. Seluruh bantuan akan kami salurkan melalui yayasan di Aceh dengan pendampingan komunitas film,” tambahnya.
Lebih jauh, Eileena berharap Srawung Sinema dapat tumbuh sebagai ruang perjumpaan yang melampaui pemutaran film semata.
“Kami ingin sinema tidak hanya ditonton, tetapi dihidupkan sebagai gerakan sosial. Semoga solidaritas kecil dari Purworejo ini bisa menghadirkan harapan bagi para penyintas bencana di Sumatra,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung pukul 16.00–18.00 WIB ini terbuka untuk umum dan mendapat dukungan dari berbagai komunitas film serta pegiat festival dari Sumatra. Melalui Srawung Sinema #4, sinema kembali ditegaskan sebagai medium empati, refleksi, dan solidaritas kemanusiaan dalam menyambut Tahun Anyar 2026. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







