BAGELEN, purworejo24.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 115 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pelatihan mitigasi bencana di Balai Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, pada Senin (26/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Kemanukan, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga setempat.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, dengan materi utama mengenai langkah-langkah mitigasi bencana dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi risiko alam di wilayah setempat.
Ketua KKN 115 UNS, Ariq Zaidin, menjelaskan bahwa program mitigasi dan siaga bencana merupakan salah satu program kerja utama kelompoknya, sejalan dengan tema besar KKN, yakni ketahanan pangan dan kesiapsiagaan bencana.
“Program ini menjadi bentuk kontribusi kami sebagai mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat Desa Kemanukan dalam menghadapi potensi bencana. Kami menghadirkan BPBD Kabupaten Purworejo agar masyarakat mendapatkan bekal yang tepat dalam memitigasi risiko bencana di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Kelompok KKN 115 UNS yang terdiri dari 10 mahasiswa dengan jumlah delapan perempuan dan dua laki-laki ini melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Kemanukan selama periode 6 Januari hingga 19 Februari 2026.
Dalam waktu lima hari pertama, kelompok ini telah menjalankan lima program kerja yang berfokus pada ketahanan pangan dan kesiapsiagaan bencana, melibatkan kelompok masyarakat seperti KWT, PKK, dan Dasawisma.
Berdasarkan hasil survei lapangan bersama pemerintah desa, mahasiswa KKN menemukan bahwa Desa Kemanukan memiliki riwayat bencana tanah longsor pada awal tahun 2000-an yang sempat menelan korban jiwa.
Hal tersebut mendorong kelompok KKN untuk memperkuat program mitigasi sebagai upaya mewujudkan desa tangguh bencana.
Sebagai tindak lanjut, KKN 115 UNS juga memasang sejumlah plang penunjuk, di antaranya plang jalur evakuasi, plang kawasan rawan bencana, serta plang titik kumpul yang dipusatkan di Balai Desa Kemanukan.
Plang tersebut diharapkan dapat membantu warga mengenali wilayah berisiko, memahami jalur evakuasi, serta mengetahui lokasi aman saat terjadi bencana.
“Melalui pemasangan plang dan kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir,” tambah Ariq.

Sementara itu, Kepala Desa Kemanukan, Nur Wijiyanto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UNS.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mengingat kondisi geografis desa yang didominasi wilayah perbukitan dan rawan bencana.
“Atas nama pribadi dan pemerintah desa, kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UNS. Pelatihan mitigasi bencana ini sangat bermanfaat dan relevan bagi warga Desa Kemanukan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat ke depannya,” tuturnya.
Dengan adanya program ini, Desa Kemanukan diharapkan semakin siap dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus menjadi contoh desa yang tangguh dan responsif terhadap risiko alam. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







