PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api dalam perayaan pergantian tahun 2025 ke 2026.
Keputusan ini diambil sebagai wujud empati dan simpati kepada para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Diporapar Kabupaten Purworejo, Neira Anjar Puji Susilo, mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil aspirasi masyarakat serta mempertimbangkan keputusan daerah lain, arahan pimpinan daerah, dan masukan dari pihak kepolisian.
“Visualisasi pergantian tahun dari 2025 ke 2026 akan ditampilkan melalui videotron. Ini sebagai bentuk penghormatan dan empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Neira saat ditemui di kantornya, pada Selasa (30/12/2025).
Sebagai gantinya, Pemkab Purworejo mengemas malam pergantian tahun dalam acara “Gumebyar Tahun Anyar 2026”, yang akan digelar pada Kamis, 31 Desember 2025, mulai pukul 19.30 WIB di Amphi Theatre Alun-alun Purworejo.
Neira menjelaskan, rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak pukul 15.00 WIB, meski bersifat tentatif.
Salah satu agenda yang direncanakan adalah penayangan film dokumenter melalui videotron di area amphi theater. Lokasi pelaksanaan masih sama dengan tahun sebelumnya, namun dengan sedikit perubahan tata letak, di mana tenda VIP ditempatkan di ruas jalan depan amphi theater.
Beragam hiburan bernuansa lokal akan mengisi malam pergantian tahun, di antaranya penampilan kesenian jaran kepang dari Desa Kalimeneng, Kecamatan Pituruh, serta grup campursari lokal Purworejo. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, serta penampilan musik dari Zedo Maskara dan Uncle Jink hingga menjelang pergantian tahun.
“Sebelum hitungan mundur pergantian tahun, akan dilaksanakan doa bersama lintas agama oleh FKUB yang dipimpin Ketua FKUB, H Habib Soleh. Doa ini menjadi refleksi akhir tahun 2025, keprihatinan atas berbagai isu nasional, sekaligus bentuk dukungan moral bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” jelas Neira.
Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan hitung mundur menuju tahun 2026 tanpa kembang api, kemudian ditutup dengan penampilan musik dari Uncle Jink.
Neira juga mengimbau masyarakat yang datang ke kawasan alun-alun untuk tidak membawa maupun menyalakan kembang api.
Untuk mendukung kelancaran acara, sejumlah kantong parkir telah disiapkan, di antaranya di TBA, area parkir MPP, Mess Perwira Kodim (area CFD), dan Kantor Pos.
Selain itu, kawasan Alun-alun Purworejo akan diberlakukan Car Free Night dan dinyatakan steril dari kendaraan bermotor.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan, di mana arus dari arah utara (Magelang) dialihkan di pertigaan Kolam Renang Arta Tirta menuju jalan lingkar Purworejo.
Sementara itu, pengendara dari arah selatan (Yogyakarta) akan diarahkan berbelok ke kiri di pertigaan Don Bosco (Boro).
Adapun kendaraan dari arah barat yang tiba di Simpang Empat Monumen Ahmad Yani (perempatan SMAN 6) akan diarahkan ke utara menuju Magelang atau ke selatan menuju Yogyakarta.
Dengan konsep sederhana namun sarat makna, Pemkab Purworejo berharap pergantian tahun 2026 dapat menjadi momentum refleksi, kebersamaan, dan kepedulian sosial bagi seluruh masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









