BRUNO, purworejo24.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, pada Minggu sore (9/11/2025) mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Dusun Sigebang RT 03/RW 02, Desa Gowong. Longsoran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan berdampak pada beberapa rumah warga di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos, menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat dengan menurunkan tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi kejadian untuk melakukan monitoring, assessment, dan pengiriman bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Begitu mendapat laporan dari perangkat desa, kami bersama Kabid Darlog dan tim TRC langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga, menilai kerusakan, serta menyalurkan bantuan logistik. Saat ini situasi sudah terkendali,” ujar Wasit Diono, Senin (10/11/2025).
Tanah longsor terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang menyebabkan saluran drainase jalan tersumbat, sehingga air meluap ke area pemukiman warga. Kondisi tanah di sekitar lokasi yang labil dan curam turut memperparah terjadinya longsoran.
Tebing dengan ketinggian sekitar 10 meter dan panjang 25 meter itu longsor dengan ketebalan material mencapai 1–6 meter. Longsoran terjadi di samping rumah milik Hisyam (30) yang dihuni oleh satu keluarga (3 jiwa), dan material tanah menimpa serta mengancam beberapa rumah di bawahnya.
Beberapa rumah warga terdampak di antaranya rumah Muhammad Sholeh (46 tahun), dengan penghuni: 1 KK / 3 jiwa.
Kondisi kusen pintu dan kaca jendela rusak, dinding retak halus, serta material longsor masuk ke dalam rumah setebal ±10 cm. Warga sementara mengungsi ke rumah tetangga, Baseri.
Sedangkan untuk rumah Salbiyah (60 tahun) dengan penghuni: 1 KK / 2 jiwa. Kondisi material longsor masuk setebal ±5 cm tanpa kerusakan struktural, rumah Oyan dengan penghuni: 1 KK / 4 jiwa, kondisi material longsor masuk ke dalam rumah dan rumah Faturohman (55 tahun) dengan penghuni: 1 KK / 3 jiwa, kondisi terancam longsoran susulan karena berada di sisi tebing yang longsor.
BPBD Purworejo bersama perangkat desa, anggota Koramil Bruno, Polsek Bruno, dan masyarakat setempat telah melaksanakan kerja bakti membersihkan material longsoran serta membuka kembali akses jalan yang sempat tertutup.
Selain itu, BPBD juga telah mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak untuk mendukung kegiatan pembersihan dan pemulihan pasca-bencana.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi, mengingat potensi longsor susulan masih ada. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat curah hujan tinggi,” imbuh Wasit.
BPBD Kabupaten Purworejo akan terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap lokasi yang berpotensi terjadi longsor susulan. Pihaknya juga berencana melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat setempat guna meningkatkan kewaspadaan di musim hujan.
“Kami berharap warga tetap tenang namun tetap siaga. Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan ke aparat desa atau BPBD agar bisa ditangani lebih cepat,” tegas Wasit Diono.
Hingga Senin (10/11/2025) siang, situasi di Dusun Sigebang dilaporkan sudah kondusif. Warga bersama aparat setempat terus bergotong royong membersihkan sisa material longsoran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun beberapa rumah mengalami kerusakan ringan dan sebagian warga masih mengungsi sementara. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







