KALIGESING, purworejo24.com – Salah satu strategi yang terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah digital marketing. Untuk itu, sebagai pelaku usaha, puluhan UMKM di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo mengikuti pelatihan dan sosialisasi digital marketing.
Acara yang dikemas dalam Bimtek Pemasaran dan Digital Marketing Kopi tersebut digelar di Rumah Kopi Kaligesing, Jl Gua Seplawan, Desa Donorojo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo pada Kamis (9/10/2025). Sedikitnya 20 UMKM hadir menjadi peserta dalam acara itu.
Hadir sebagai narasumber dalam bimtek itu adalah Ngadiyono dari LPK KOMTEK DIGITAL. Acara juga didukung penuh oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo.
“Di era transformasi digital saat ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang besar untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu strategi yang terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan UMKM adalah digital marketing,” kata Ngadiyono di sela acara.
Di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Purworejo, strategi ini mulai banyak diterapkan oleh para pelaku usaha. Purworejo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor UMKM. Dari usaha kuliner, kerajinan tangan, fashion, hingga jasa, UMKM di Purworejo terus bertumbuh seiring dengan peningkatan akses informasi dan teknologi.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi UMKM saat ini adalah pemasaran. Banyak pelaku UMKM masih bergantung pada metode konvensional seperti penjualan langsung atau dari mulut ke mulut. Padahal, dengan perkembangan teknologi informasi, pelaku UMKM sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui digital marketing.
“Digital marketing adalah upaya pemasaran suatu produk atau jasa yang dilakukan melalui media digital seperti media sosial, website, email marketing, hingga iklan online. Strategi ini memungkinkan UMKM untuk mempromosikan produknya secara lebih efisien dan tepat sasaran,” imbuhnya.
Di Purworejo, semakin banyak pelaku usaha kecil yang mulai menyadari pentingnya digital marketing sebagai bagian dari strategi bisnis mereka. Namun, banyak dari mereka yang belum memahami cara menerapkannya secara efektif.
Penerapan digital marketing untuk UMKM di Purworejo masih memerlukan edukasi dan bimbingan yang tepat. Banyak pelaku UMKM yang masih baru mengenal platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, atau marketplace lainnya.
“Beberapa kesalahan umum yang terjadi adalah tidak konsistennya branding, konten yang tidak menarik, hingga salah memilih target pasar. Di sinilah pentingnya adanya pelatihan dan pendampingan dari lembaga-lembaga kompeten,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Ngadiyono menguraikan beberapa materi penting agar UMKM di Purworejo lebih melek digital. Materi tersebut antara lain mencakup penggunaan media sosial untuk branding, pembuatan konten visual (foto & video produk), strategi copywriting yang menarik, cara membuat iklan di Facebook & Instagram serta pemanfaatan marketplace dan e-commerce.
“Melalui pelatihan ini, UMKM diharapkan dapat mengelola pemasaran digitalnya secara mandiri dan profesional,” harapnya.
Ngadiyono menyebut, meskipun manfaat digital marketing sangat besar, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi UMKM di Purworejo. Adapun tantangan tersebut antara lain kurangnya literasi digital, keterbatasan akses internet di beberapa wilayah, minimnya modal untuk investasi di teknologi, dan kurangnya tenaga terlatih di bidang pemasaran digital.
“Untuk itu, diperlukan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, lembaga pelatihan, komunitas, dan sektor swasta. Harapannya, akan lebih banyak program pemberdayaan dan pelatihan berkelanjutan yang bisa menjangkau seluruh wilayah Purworejo,” pungkasnya. (P24/Han)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







