PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo mengawali rangkaian kegiatan dengan menggelar acara “Spesial Talkshow” bertema “Spirit Santri di Tengah Arus Modernisasi”.
Acara yang berlangsung pada Jumat (10/10/2025) siang ini disiarkan langsung melalui Irama FM 88.5 Purworejo, dan menghadirkan sejumlah tokoh penting dari kalangan ulama serta instansi pemerintah.
Tiga narasumber utama hadir dalam talkshow ini, yaitu KH. Muhammad Haekal (Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo), Gus Nailul Author (perwakilan IRMI PCNU Purworejo), dan H. Ismu Hayadi (perwakilan Kementerian Agama Purworejo).
Acara dipandu oleh H. Aji Wahyudi dari PCNU dan Irama FM, serta dimeriahkan dengan penampilan story telling oleh Mahira Qorry ‘Aina dari MTs Al-Iman Bulus dan pembacaan puisi oleh Muhammad Faris Alfatih dari MI Cip Cangkrep Kidul.
KH. Muhammad Haekal menegaskan bahwa talkshow ini merupakan pembuka dari berbagai kegiatan PCNU untuk memeriahkan HSN 2025. Rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan ziarah makam ulama, pengajian akbar, hingga jalan sehat santri.
“PCNU memiliki banyak rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri, mulai dari talkshow, ziarah, dan diakhiri jalan sehat. Momen Hari Santri menjadi momen kekompakan para santri untuk nantinya lebih semangat lagi berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara,” ujar KH. Haekal.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terjalin antar-santri dapat menjadi energi baru untuk menghadapi tantangan zaman, sekaligus memperkuat komitmen santri dalam membangun peradaban bangsa.
H. Ismu Hayadi dari Kemenag Purworejo memberikan pesan inspiratif kepada para santri agar tidak merasa kecil di tengah arus modernisasi. Ia menegaskan bahwa banyak tokoh bangsa yang lahir dari kalangan santri.
“Santri-santri jangan insecure, banyak orang hebat dari santri, presiden, wakil presiden, dan banyak tokoh penting dari santri. Bahkan, sekarang eksistensi santri semakin diakui,” ujarnya.
Menurutnya, pengakuan terhadap kontribusi santri di berbagai bidang merupakan bukti nyata bahwa pesantren tidak hanya melahirkan insan religius, tetapi juga pemimpin dan inovator yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Senada dengan itu, Gus Nailul Author dari IRMI PCNU Purworejo mengingatkan pentingnya peran santri dalam menghadapi modernitas tanpa kehilangan jati diri.
“Santri harus terlibat dalam modernisasi, harus bisa mewarnai dengan ciri khas santri. Ikut modernitas tapi nggak boleh melupakan akhlaq dan adab,” pesan Gus Nailul.
Ia menambahkan, nilai-nilai pesantren seperti keikhlasan, kesederhanaan, dan adab harus menjadi fondasi utama santri dalam menghadapi dunia yang serba cepat dan digital.
Talkshow yang berlangsung interaktif dan inspiratif ini mendapat sambutan positif dari pendengar Irama FM.
Acara tersebut menjadi wadah refleksi dan motivasi bagi santri di Purworejo untuk terus berperan aktif dalam kemajuan bangsa tanpa kehilangan karakter keislaman dan keindonesiaan.
Melalui kegiatan ini, PCNU Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus menggerakkan semangat santri agar mampu berdaya saing di tingkat global, sekaligus menjadi penjaga nilai moral di tengah derasnya arus modernisasi. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








