Kecelakaan

Pelajar SMP 17 Purworejo Terseret Ombak di Pantai Desa Jatimalang, Satu Orang Dilaporkan Hilang

1393
×

Pelajar SMP 17 Purworejo Terseret Ombak di Pantai Desa Jatimalang, Satu Orang Dilaporkan Hilang

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban tenggelam di pantai Dewaruci, Jatimalang, pada Rabu (8/10/2025)
Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban tenggelam di pantai Dewaruci, Jatimalang, pada Rabu (8/10/2025)

PURWODADI purworejo24.com – Musibah terjadi di wilayah pesisir selatan Kabupaten Purworejo. Seorang pelajar SMP Negeri 17 Purworejo dilaporkan hilang terseret ombak saat berenang di pantai Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi, Rabu (8/10/2025) siang.

Informasi dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, menyebutkan korban bernama Ridho Mukti Rozakhi, siswa kelas 7A SMP Negeri 17 Purworejo, warga Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen. Ridho merupakan putra dari pasangan Legiran dan Suparti.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, ketika korban bersama empat teman sekelasnya berinisiatif berwisata ke pantai Desa Jatimalang  sebelah barat untuk bermain dan berenang.

Mereka masing-masing adalah Adit Praditya Anwar, kelas 8G, warga Karangjati, Desa Krendetan, RT 02/03, Kecamatan Bagelen, Syukron Hanif, kelas 8G, warga Dusun Nadri, Desa Krendetan, Wiyo Yasir Dwialgani, kelas 8G, warga Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen, dan Muhamad Fiki, kelas 8D, warga Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen.

Dari keterangan saksi, sekitar 10 menit setelah berenang, tiba-tiba datang ombak besar yang menyeret Ridho ke arah palung laut. Korban sempat berteriak minta tolong, namun dalam hitungan detik sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.

Dua rekan korban, Yasir dan Fiki, langsung berlari meminta bantuan warga sekitar. Namun upaya pencarian awal oleh masyarakat belum membuahkan hasil.

Mengetahui kejadian tersebut, warga segera melaporkan ke pihak BPBD, TNI, Polri, dan relawan SAR.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BPBD Purworejo, SAR Gabungan, dan aparat setempat masih melakukan pencarian korban di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Wasit Diono, mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di wilayah pantai selatan, terutama saat kondisi gelombang laut sedang tinggi.

Kami mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak dan wisatawan, untuk tidak berenang terlalu ke tengah dan selalu memperhatikan kondisi cuaca serta arus laut. Pantai selatan memiliki palung dan ombak yang sangat berbahaya,” ujarnya.

BPBD mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua, pihak sekolah, dan pemerintah desa dalam mengedukasi anak-anak tentang keselamatan di area pantai. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.