PURWOREJO, purworejo24.com – Koperasi Angkutan Daerah (Kopada) Kabupaten Purworejo berkomitmen mendukung gerakan “Gemar Naik Angkutan Umum”, khususnya bagi pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP).
Gerakan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat banyaknya pelajar yang belum memiliki SIM namun sudah mengendarai sepeda motor.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kopada Kabupaten Purworejo, Himawan Rudiyanto, seusai mengikuti pertemuan dan diskusi di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purworejo, pada Rabu (8/10/2025).
“Tujuan utama kami adalah menghidupkan kembali minat masyarakat, terutama para pelajar, untuk menggunakan angkutan umum. Selain lebih aman, juga bisa membantu keberlangsungan usaha transportasi lokal,” ujar Himawan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Purworejo, perwakilan Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo (Mas Roy dan Pak Untung), perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar), serta perwakilan dari Sumber Alam.
Sebagai bentuk evaluasi, rombongan juga melakukan uji coba menaiki angkutan kota (Kopada) dari kantor Dishub menuju Terminal Kongsi Purworejo, lalu kembali ke kantor Dishub.
Dalam kesempatan itu, sejumlah masukan disampaikan, antara lain terkait kondisi jalan berlubang dan penataan tempat sampah di Terminal Kongsi yang dinilai kurang tertata.
Dinas terkait berjanji akan menindaklanjuti hal tersebut melalui anggaran perubahan tahun ini.
“Kalau jalan di terminal sudah diperbaiki, tentu angkutan bisa ngetem di terminal, bukan di perempatan Kembang seperti sekarang ini,” imbuhnya.
Himawan juga menyoroti persaingan antara Kopada dengan Trans Jateng yang dinilai cukup ketat.
Menurutnya, tarif Trans Jateng yang murah dan banyaknya halte membuat penumpang, terutama pelajar, lebih memilih moda tersebut.
Ia berharap tidak ada penambahan halte baru, agar angkutan kota dan pedesaan lokal tetap bisa hidup.
Kopada sendiri memiliki sejumlah jalur aktif, antara lain Jalur A (Purworejo – Kutoarjo), Jalur B (Purworejo – Bagelen), Jalur C (Purworejo – Kaliboto) serta jalur lain seperti Kemiri dan sekitarnya.
Untuk mendukung program keselamatan pelajar, Kopada meminta bantuan Dinas Pendidikan agar turut mensosialisasikan kepada sekolah-sekolah supaya siswa SD dan SMP lebih memilih naik angkutan umum.
“Anak-anak sebaiknya tidak naik sepeda motor atau sepeda listrik, karena berisiko tinggi. Lebih aman naik Kopada,” tegas Himawan.
Selain aspek keselamatan, Kopada juga tengah berbenah untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Para sopir diimbau agar tidak merokok saat mengemudi, menjaga kebersihan kendaraan, dan memberikan pelayanan ramah kepada penumpang.
Himawan menambahkan, Kopada yang menaungi ratusan armada di Purworejo ini merupakan salah satu koperasi angkutan yang masih eksis dan sehat.
Ia berharap ke depan bisa melakukan peremajaan armada, bahkan menyesuaikan dengan perkembangan zaman melalui penggunaan mobil listrik.
“Kami juga berencana menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk layanan antar jemput siswa. Dengan begitu, usaha para pengusaha Kopada bisa semakin berkembang,” ungkapnya.
Menariknya, Kopada juga menjajaki kolaborasi dengan Dinas Pariwisata. Setiap armada Kopada nantinya diharapkan akan memuat promosi destinasi wisata lokal seperti Goa Seplawan, Dewaruci, dan lainnya.
“Daripada promosi wisata hanya di baliho yang diam, lebih baik di tempel di kendaraan yang bergerak. Orang luar kota yang naik Kopada bisa tahu potensi wisata di Purworejo,” pungkas Himawan penuh semangat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







