BAYAN, purworejo24.com – Persoalan irigasi masih menjadi keluhan utama para petani di wilayah Kecamatan Bayan, khususnya di Desa Sambeng dan sekitarnya. Selama hampir 15 tahun, ribuan hektar lahan pertanian di wilayah Bayan Utara tidak bisa menikmati aliran air dari Daerah Irigasi (DI) Kragilan.
Kepala Desa Sambeng, Toni Irawan, menyampaikan bahwa banyaknya poster dan spanduk yang dipasang di saluran irigasi maupun di pinggir jalan merupakan bentuk luapan emosi petani yang sudah terlalu lama menunggu perbaikan.
“Saya menganggap itu sebagai akumulasi luapan emosi petani. Karena hampir 15 tahun, terutama petani di Desa Sambeng tidak bisa menikmati fasilitas irigasi dari DI Kragilan. Setiap musrenbangcam, kami selalu mengusulkan persoalan ini, tetapi hingga kini belum ada realisasi nyata,” ungkap Toni, saat ditemui pada Jumat (26/9/2025).
Menurutnya, kerusakan di wilayah hulu menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan air tidak mengalir hingga ke Sambeng, Jrakah, Beringin, Pucang Agung, Pekutan, dan sebagian Bayan. Hanya Desa Seren yang kadang masih mendapat aliran air, meski debitnya sangat minim.
“Harapan saya air bisa mengalir normal kembali seperti dulu. Air adalah sumber utama bagi petani, mau menanam apapun yang dibutuhkan pertama kali adalah air. Kalau irigasi ini normal, cita-cita bapak Presiden tentang ketahanan pangan tentu bisa lebih mudah tercapai di Bayan Utara,” tegas Toni.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Jrakah, Budi Santoso, menambahkan bahwa pemasangan spanduk merupakan bentuk keputusasaan petani setelah berbagai pertemuan dengan pihak terkait tak kunjung membuahkan hasil.
“Lebih dari 15 tahun air tidak mengalir. Konsolidasi dan pertemuan sudah sering dilakukan, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Petani kasihan, dulu bisa tanam MT 1, MT 2, bahkan MT 3. Sekarang hanya MT 1 saja pun sering tidak cukup,” jelasnya.
Budi menuturkan, pintu air DI Kragilan berada di Desa Girimulyo Kecamatan Kemiri dan untuk saluran Induknya memanfaatkan Bendung Loning di Desa Puspo Kecamatan Bruno. Percabangan Saluran Irigasi Kragilan mengaliri beberapa Desa di wilayah Kecamatan Gebang dan Kecamatan Bayan.
Dahulu, distribusi air bisa menjangkau Bandungrejo, Besole, hingga Desa Bayan. Namun, saat ini desa-desa seperti Sambeng, Pucang Agung, Pekutan, Jrakah, Beringin, Bayan, dan Besole tidak lagi mendapatkan pasokan air, dengan total lahan terdampak mencapai sekitar 1.300 hektare.
Para petani pun berharap, pemerintah segera mengambil langkah konkret agar aliran air DI Kragilan bisa kembali normal. Sebab, tanpa kepastian irigasi, produktivitas pertanian di Bayan Utara akan terus menurun dan mengancam ketahanan pangan daerah. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







