Pendidikan

Wakil Ketua MPR RI Dorong Optimalisasi Program Indonesia Pintar untuk Pendidikan Inklusif dan Generasi Kompetitif

88
×

Wakil Ketua MPR RI Dorong Optimalisasi Program Indonesia Pintar untuk Pendidikan Inklusif dan Generasi Kompetitif

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai kegiatan
Foto bersama usai kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Wakil Ketua MPR RI, Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono, M.Sc., menegaskan pentingnya pendidikan inklusif sebagai fondasi lahirnya generasi kompetitif Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk “Pendidikan Inklusif, Generasi Kompetitif: Peningkatan Akses Pendidikan Melalui Program Indonesia Pintar (PIP)” yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purworejo, pada Rabu (27/8/2025).

Menurut Edhie Baskoro, atau yang akrab disapa Ibas, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang tidak boleh dibatasi oleh kondisi sosial maupun ekonomi.

Program Indonesia Pintar adalah jembatan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan agar mereka tetap bisa bersekolah. Pendidikan inklusif bukan hanya tentang akses, tetapi juga tentang keadilan dan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Indonesia,” tegasnya.

Ibas menyoroti sejumlah kendala teknis di lapangan, seperti verifikasi data Kartu Indonesia Pintar (KIP) digital 2025 yang berpotensi menghambat pencairan beasiswa, hingga minimnya sosialisasi program.

Ia menilai, perbaikan tata kelola dan pengawasan sangat penting agar PIP berjalan tepat sasaran.

Sementara itu, Bramantyo Suwondo M., M.IR, Anggota Komisi X DPR RI, menambahkan bahwa PIP tidak hanya mencegah anak putus sekolah, tetapi juga memberi peluang siswa putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan.

PIP merupakan bantuan berupa uang tunai sekaligus perluasan akses belajar. Pemerintah ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tetap memiliki kesempatan meraih masa depan. Pada 2024, program ini telah menjangkau 18,9 juta siswa, dan tahun 2025 ditargetkan meningkat menjadi 20,4 juta siswa,” jelas Bramantyo.

Selain PIP, pemerintah juga melaksanakan KIP Kuliah sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 10 Tahun 2020. Program ini menyasar mahasiswa dari keluarga miskin/rentan miskin, penyandang disabilitas, mahasiswa afirmasi dari Papua dan wilayah 3T, hingga mereka yang terdampak bencana maupun konflik sosial.

Dengan anggaran Rp 17,2 triliun pada 2026, pemerintah menargetkan bantuan pendidikan untuk 1,2 juta mahasiswa penerima KIP Kuliah dan PIP.

Bramantyo juga menyampaikan bahwa sejak 2019, Rumah Aspirasi yang ia inisiasi telah menyalurkan 250.709 PIP dan 3.770 KIP Kuliah bagi pelajar dan mahasiswa di berbagai daerah.

Kami ingin memastikan bahwa program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pendidikan adalah jalan utama menuju generasi emas 2045 yang kita cita-citakan,” tandasnya.

Dalam kegiatan itu, 3 kampus di Purworejo menerima tanda penghargaan atas dedikasinya telah bekerjasama menyalurkan KIP Kuliah di Kabupaten Purworejo. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.