PURWOREJO, purworejo24.com — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju keadilan sosial dan kemajuan bangsa dalam Seminar Kuliah Umum Kebangsaan bertema “Program Indonesia Pintar : Generasi Kompetitif Melalui Pendidikan Inklusif” di Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jawa Tengah, pada Rabu (27/8/2025) sore.
Dalam pidatonya, Ibas lulusan Doktor S3 (DMB 12 IPB) Insititut Pertanian Bogor ini menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya persoalan nilai akademik atau formalitas kelulusan, melainkan persoalan kesempatan yang setara dan harapan yang nyata bagi setiap anak bangsa.
“Kita sedang membicarakan masa depan bangsa — yang ada di tangan kalian. Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, tanpa kecuali dan tanpa diskriminasi, sebagaimana amanat Pasal 31 UUD 1945,” tegas Ibas.
Menghadapi dunia yang terus berubah dengan cepat, Ibas menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan keterampilan adaptif dan karakter kebangsaan.
“Kita hidup di era kompetitif. Dunia berubah begitu cepat. Maka generasi yang tangguh bukan hanya yang pintar, tetapi yang mampu bekerja sama, berpikir kritis, dan tetap punya hati,” ujarnya.
Pendidikan inklusif, menurut Ibas yang juga sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, adalah kunci untuk menciptakan generasi yang kompetitif dan berkeadilan. Ia menegaskan bahwa inklusivitas bukanlah soal belas kasihan, melainkan soal keberpihakan terhadap keadilan sosial.
Ibas juga menyampaikan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam membuka akses pendidikan bagi kelompok rentan.
“Program Indonesia Pintar adalah jembatan mimpi mereka yang hampir putus asa. Dari anak buruh, petani, yatim piatu, hingga penyandang disabilitas—semua harus punya hak yang sama: hak untuk tumbuh, bermimpi, dan berhasil,” kata Ibas disambut antusias para mahasiswa.
Menutup kuliah umumnya, Ibas mengajak para mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar gelar, tetapi menciptakan makna dan dampak nyata bagi lingkungan dan bangsa.
“Sahabat muda, kita tak boleh hanya jadi penonton. Generasi kalian harus jadi pelaku. Bukan sekadar mengejar gelar, tetapi menciptakan makna dan perubahan,” tandasnya.
Hingga saat ini, Bramantyo Suwondo, M.IR., Wakil Ketua BKSAP Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Tengah VI telah menyalurkan sebanyak 250.709 program PIP dan 3.770 KIP-Kuliah di Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, dan Magelang.
“Tahun 2025 pemerintah menargetkan 21 juta penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Khusus di wilayah Kedu, terdapat 250.709 penerima dengan total Kartu Indonesia Pintar (KIP) mencapai 3.770,” jelas Bramantyo.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan kuliah merupakan anugerah besar yang belum dirasakan semua anak bangsa. Ia memaparkan data pendidikan di Indonesia yang masih timpang.
Dalam kesempatan tersebut, Ibas dan Bramantyo juga menyerahkan tanda penghargaan kepada tiga kampus di Purworejo yakni UMP, IBISA, dan STIKES Pemkab sebagai tanda dukungan Fraksi Partai Demokrat dalam menyalurkan KIP Kuliah kepada mahasiswa di Kabupaten Purworejo.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan program KIP-K dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kepada mahasiswa UMPWR.
Sebagai perwakilan dari Rektorat, Wakil Rektor 2 Bidang Administrasi dan Keuangan Universitas Muhammadiyah Purworejo , Muhamad Taufik, M.T., juga menyampaikan harapannya agar forum ini dapat memberikan semangat kepada mahasiswa penerima KIP.
Menurutnya, program ini banyak dinanti oleh para mahasiswa kurang mampu agar penerima KIP dapat bertambah.
Salah satu peserta mahasiswa penerima KIP Kuliah, Sausan Aziza, dari Prodi Psikologi di Universitas Muhammadiyah Purworejo, juga ikut hadir dalam acara ini.
“Semoga penerimaan teman-teman KIP semakin meluas, banyak yang bisa berkuliah, serta mendapatkan pendidikan dan lapangan kerja yang lebih baik,” harapnya dengan penuh semangat.
Selain dihadiri oleh ribuan mahasiswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP), acara ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh. Di antaranya adalah Bramantyo Suwondo, M.IR., Wakil Ketua BKSAP Partai Demokrat dari Dapil Jawa Tengah VI; Muhamad Taufik, M.T., Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan; Dr. Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Purworejo; Nurma Ika Zuliyanti, S.S.T, Bdn, M.Kes., perwakilan dari Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia (IBISA); dan Nova Ari Pangesti S.Kep., Ns, M.Kep, Ketua Prodi Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian upaya menyosialisasikan nilai-nilai kebangsaan dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan nasional. Para peserta aktif berdiskusi seputar isu pendidikan, ketimpangan akses, serta peran pemuda di era disrupsi teknologi. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








