PURWOREJO, purworejo24.com – Suara riak air kolam berpadu dengan gerakan ikan lele dumbo yang berebut pakan.
Rabu (27/8/2025) siang itu, empat Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo tampak sibuk. Dengan cangkul kecil, ember, dan jaring, mereka bergantian mengangkat ikan lele dari kolam ke wadah besar. Wajah mereka berbinar saat timbangan menunjukkan angka 22 kilogram.
Inilah hasil kerja keras mereka selama tiga bulan terakhir. Ikan lele dumbo yang semula hanya berupa bibit kecil, kini siap dipanen untuk dijual.
“Ukuran konsumsi isi delapan sampai sebelas ekor per kilo. Harga jualnya Rp22 ribu per kilogram. Ada yang dibeli pemborong Bama (bahan makanan) LPKA, sebagian lagi masyarakat sekitar,” jelas Tanti Widiyanah, Kepala Seksi Pembinaan LPKA Kutoarjo Kamis (28/8/2025).
Budidaya lele bukan sekadar mengisi waktu. Di balik itu, ada pelajaran kemandirian, tanggung jawab, hingga disiplin yang ditanamkan. Anak Binaan dilatih memberi pakan tiga kali sehari sesuai usia, mengganti air saat keruh, hingga mencatat pertumbuhan ikan dari bibit hingga panen.
“Kalau telat memberi makan, atau tidak memisahkan ukuran besar-kecil, lele bisa saling memangsa. Dari situ mereka belajar arti disiplin,” terang Ahmad Fauzi, Kepala LPKA Kutoarjo.
Fauzi menambahkan, program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Lebih dari itu, ia berharap pembinaan semacam ini bisa menjadi bekal hidup setelah para Anak Binaan kembali ke masyarakat.
Apa yang dipetik dari kolam lele itu sesungguhnya bukan hanya puluhan kilogram ikan. Lebih penting, para Anak Binaan memanen kesabaran dan kerja sama. Dengan bimbingan petugas, mereka merasakan bahwa kerja keras, meski sederhana, selalu berbuah manis.
“Waktu luang yang tidak produktif bisa memicu kenakalan remaja hingga berurusan dengan hukum. Lewat kegiatan seperti ini, mereka belajar bahwa kesibukan yang positif bisa membawa masa depan yang lebih baik,” pesan Fauzi.
Dari Jeruji ke Harapan
Di tengah tembok tinggi dan pagar kawat, kolam lele di LPKA Kutoarjo menjadi ruang belajar yang tak biasa. Dari sini, para Anak Binaan mengenal arti ketekunan, disiplin, dan tanggung jawab.
Hasil panen lele dumbo yang mereka genggam mungkin hanya sebagian kecil dari upaya mendukung ketahanan pangan. Namun, bagi mereka, itu adalah simbol harapan: bahwa hidup bisa kembali produktif, bahkan setelah pernah tersandung masalah hukum.
“Kami berharap ini akan memberikan pengalaman da bekal nantinya mereka bisa kembali ke masyarakat,” kata Fauzi (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







