Religi

Tradisi 10 Suro di Dusun Bener Wetan, Pengajian dan Makan Bersama dengan “Jangan Suro”

156
×

Tradisi 10 Suro di Dusun Bener Wetan, Pengajian dan Makan Bersama dengan “Jangan Suro”

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Suro di Bener
Kegiatan Suro di Bener

PURWOREJO, purworejo24.com – Masyarakat Dusun Bener Wetan, Desa Bener, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo masih melestarikan tradisi malam 10 Suro (10 Muharram) dengan menggelar pengajian dan makan bersama.

Acara yang digelar pada Sabtu malam (5/7/2025) ini berlangsung khidmat dan hangat, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama menyambut tahun baru Islam.

Acara diawali dengan pengajian dan doa bersama oleh tokoh agama setempat, yang diikuti oleh warga dari berbagai kalangan usia. Setelah itu, para warga menikmati santapan khas berupa “Jangan Suro”—sayur tradisional yang dimasak bersama oleh ibu-ibu warga dusun.

Setiap tahun kami rutin mengadakan acara ini. Selain sebagai bentuk syukur memasuki tahun baru Hijriah, kegiatan ini juga menjadi momen mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Ketua RT Bener Wetan, Habib, saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, “Jangan Suro” merupakan menu khas yang hanya disajikan setiap malam 10 Suro. Biasanya terdiri dari berbagai bahan seperti labu, terong, dan daun so, tahu, telor, kacang dan masih banyak lagi yang dimasak dengan kuah berwarna kuning.

Selain sebagai warisan leluhur, tradisi ini juga menjadi sarana edukasi nilai-nilai kebersamaan bagi generasi muda. Anak-anak turut dilibatkan dalam kegiatan ini.

Semoga tradisi ini tetap lestari dan tidak hilang di tengah arus modernisasi. Ini bukan sekadar ritual, tapi juga sarana menjaga jati diri kampung,” tambah Habib.

Acara ditutup dengan makan bersama di halaman mushola dusun. Hidangan disajikan secara lesehan, menciptakan suasana akrab dan penuh kehangatan.

Tradisi 10 Suro di Dusun Bener Wetan menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat lokal tetap menjaga nilai-nilai religius dan budaya di tengah kehidupan modern.

Dengan pengajian dan “Jangan Suro”, warga tak hanya menyambut tahun baru Islam, tapi juga memperkuat ikatan sosial yang menjadi fondasi harmoni kampung. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.