Pendidikan

STAINU Purworejo Gelar Bedah Buku Modul PAUD, Teguhkan Komitmen Cegah Stunting Lewat Pendidikan Anak Usia Dini

54
×

STAINU Purworejo Gelar Bedah Buku Modul PAUD, Teguhkan Komitmen Cegah Stunting Lewat Pendidikan Anak Usia Dini

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar kegiatan Bedah Buku Modul Pencegahan Stunting melalui Lembaga PAUD, pada Rabu (23/7/2025).

Bertempat di Aula STAINU Purworejo, kegiatan ini menjadi panggung literasi sekaligus ajakan nyata untuk memperkuat peran lembaga pendidikan anak usia dini dalam menanggulangi stunting sejak dini.

Mengusung tema “Gerakan Masyarakat Purworejo Melalui PAUD untuk Cegah Stunting: Literasi, Deklarasi, dan Aksi Nyata”, acara berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri oleh ratusan peserta lintas sektor.

Mereka berasal dari unsur Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, organisasi profesi guru PAUD seperti IGRA, IGTK, dan HIMPAUDI, serta organisasi masyarakat, lembaga kesehatan, dan lembaga kemaslahatan keluarga dari PCNU Kabupaten Purworejo.

Rektor STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum menegaskan bahwa stunting adalah masalah multidimensi yang harus ditangani dari hulu, yakni masa kanak-kanak.

Stunting merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa kita. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk mencegah dan mengatasinya. Melalui literasi, deklarasi, dan aksi nyata, kita bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini secara khusus membedah buku Modul Pencegahan Stunting melalui Lembaga PAUD, sebuah karya kolaboratif yang disusun sebagai panduan praktis bagi para pendidik PAUD dalam mengintegrasikan edukasi gizi dan tumbuh kembang ke dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Nurjanah, S.Sos.I., M.Pd, penulis buku sekaligus Ketua Prodi PAUD STAINU Purworejo, KH Achmad Khamid, A.K., S.Pd.I, perwakilan BAZNAS Kabupaten Purworejo dan tokoh filantropi daerah, dan Syamsuddin Isnaini, S.STP., S.H., M.H, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

Dalam paparannya, KH Achmad Khamid menekankan bahwa penanganan stunting bukan hanya domain pemerintah atau sektor kesehatan semata.

Persoalan stunting adalah isu kolaboratif. Harus ada sinergi antara lembaga pendidikan, layanan kesehatan, sosial, hingga lembaga keagamaan. Intervensi akan efektif jika menyentuh langsung masyarakat akar rumput,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta diberikan ruang untuk berdialog langsung dengan para narasumber, berbagi pengalaman di lapangan, serta menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam upaya pencegahan stunting.

Acara ini juga menegaskan komitmen STAINU Purworejo sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif dalam mendorong perubahan sosial berbasis ilmu pengetahuan, khususnya pada isu-isu strategis seperti kesehatan anak usia dini.

Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh peserta sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan pencegahan stunting melalui lembaga PAUD.

Komitmen ini menjadi simbol kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah dalam menekan angka stunting, khususnya di wilayah Purworejo dan Jawa Tengah. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.