PURWOREJO, purworejo24.com – Peristiwa kecelakaan yang terjadi di Jalan Magelang- Purworejo tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, hingga menelan korban 12 jiwa, mengundang keprihatinan dan perhatian dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua Relawan Jalan Purworejo (RJP), H. Bambang Gatot Seno Aji, SE MM.
Bambang Gatot mengusulkan Jembatan Timbang untuk dihidupkan kembali atau dibuatkan Jembatan Timbang di Jalan Magelang- Purworejo, agar bisa mengukur berat kendaraan bermuatan dan memastikan muatan agar tidak melebihi batas yang diizinkan, sehingga bisa mengurangi resiko kecelakaan atau tidak terjadi kecelakaan karena kelebihan tonase.
“Dengan keprihatinan kita, apalagi dalam seminggu sudah dua kali terjadi kecelakaan di Kalijambe, menurut saya mungkin pemerintah juga bisa membuat jembatan timbang di daerah utara terutama yang mau masuk ke wilayah Magelang- Purworejo. Memang saya lihat khususnya untuk truk- truk tronton itu kan tonasenya diatas rata- rata semuanya, jadi memang sangat perlu sekali untuk dibuatkan Jembatan Timbang,” kata Bambang Gatot Seno Aji, saat di konfirmasi melalui telepon, pada Rabu (14/6/2025).
Menurutnya, tujuan untuk keselamatan pengendara lebih diutamakan, penting dan perlu dipikirkan oleh semua pihak, ketimbang jika ada alasan akan tambah biaya ebih mahal jika ada jembatan timbang.
“Karena jembatan timbang dulu banyak oknum yang bermain pungli disitu, sekarang sudah zaman canggiih, mungkin tiap jembatan timbang bisa dikasih CCTV dan bisa dipantau langsung oleh pemerintah provinsi. Dan Itu saya kira bisa mengurangi masalah,” ujarnya.
Selain jembatan timbang, Gatot juga setuju di lokasi rawan kecelakaan di buatkan Rest Area Penyelamatan terlebih di jalan dari arah utara diwilayah itu memang belum ada hingga saat ini.
“Saya yakin, wong tiap hari yang lewat depan runah saya saja itu truk- truk pasir tronton gede – gede itu melebihi tonase semua. Dan saya lihat sekarang jarang Dishub sama Lantas menggelar operasi masalah sertifikasi uji KIR dan lainya, saya kan ga pernah liat,” jelasnya.
Jalan Magelang- Purworejo atau jalan yang melintasi wilayah Bener merupakan jalan kewenangan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo tidak bisa berperan aktif dalam menangani jalan diwilayah itu. Dishub hanya sebatas memberikan usulan- usulan keatas dan belum tentu kapan bisa di realisas.
“Dan ini saya melihat sangat mendesak sekali,” tegasnya.
Gatot berharap pemerintah mau mendengarkan suara masyarakat, suara rakyat dalam mengusulkan sesuatu yang dianggap baik untuk kemaslahatan bersama.
“Apalagi kami hanya sebagai Relawan Jalanan Purworejo paling tidak suara- suara masyarakat bisa di dengar,” tandasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








