PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak kurang lebih 1.000 guru taman kanak- kanak di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal Idul Fitri 1446 H, di GOR Sarwo Edhi Wibowo Purworejo, pada Selasa (15/4/2025).
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak- kanak Indonesia (IGTKI) berkolaborasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo.
Selain dihibur dengan lantunan sholawat oleh group Hadroh PGRI Bayan, kegiatan itu juga diisi dengan pengajian akbar yang disampaikan oleh mantan Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, KH Farid Solikhin.
Tampak dalam kegiatan itu Bupati Purworejo yang juga sebagai Bunda PAUD, Hj Yuli Hastuti SH, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, para mantan ketua IGTKI dan Korwilcambidik se Kabupaten Purworejo.
Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti dalam sambutanya menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H khususnya kepada keluarga besar Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Purworejo. Bupati berharap semoga dengan momentum Silaturahim dan Halal Bihalal ini bisa mempererat ukhuwah, memperkuat kerja sama, dan memperkokoh semangat kebersamaan.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang tergabung dalam IGTKI. Peran Bapak/Ibu sangat penting dalam membentuk generasi masa depan bangsa sejak usia dini. Pendidikan karakter, nilai moral, serta keterampilan dasar semua bermula dari tangan-tangan sabar para guru TK/PAUD. Di tangan para ibu dan bapak guru inilah, nilai-nilai dasar seperti kedisiplinan, kejujuran, empati, dan rasa ingin tahu mulai ditanamkan,” kata bupati.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini bukan sekadar mengenalkan angka dan huruf, tetapi membangun karakter dan akhlak yang akan menjadi pondasi utama dalam kehidupan mereka kelak. Oleh karena itu bupati juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru TK/PAUD di Kabupaten Purworejo yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan kasih sayangnya demi kemajuan pendidikan di Purworejo.
“Saya berharap IGTKI Kabupaten Purworejo dapat terus menjadi wadah yang solid dalam meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta solidaritas antar guru TK/PAUD. Mari kita terus bersinergi dan berkolaborasi antara pemerintah daerah dan para pendidik untuk menciptakan sistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan merata di seluruh pelosok Kabupaten Purworejo. Semoga dengan semangat Halal Bihalal ini, semangat silaturahmi dan kekeluargaan antar anggota IGTKI semakin kuat, sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Kabupaten Purworejo,” harapnya.
Sementara itu, Ketua IGTKI Kabupaten Purworejo, Purwani, SPd AUD, kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal menjadi momen yang baik untuk saling maaf memaafkan, utamanya bagi para pengurus dan guru dari IGTKI terhadap Bunda PAUD, juga kepala dinas dan jajaranya serta korwilcambidik se- Kabupaten Purworejo.
“Kita juga bersilaturahmi dengan ibu- ibu mantan ketua IGTKI, jadi kita saling mempererat tali silaturahmi kita agar kita tetep bisa saling bersilaturahmi dan tentunya untuk lebih memotivasi dalam meningkatkan kompetensi kita untuk mendidik anak usia dini,” ujarnya.
Disebutkan, dari 1.109 guru yang ada di IGTKI, ada 1.000 guru yang hadir dalam kegiatan itu, karena 100an guru lain masih mengikuti diklat penguatan dinas.
“Harapanya dengan bersilaturahmi bisa mendapatkan motivasi dari ibu bupati yang juga sebagai Bunda PAUD, lalu dari pak ustad, sehingga guru -guru bisa semakin kuat motivasinya dalam mengajar walaupun gajinya tidak begitu banyak tetapi untuk mendidik anak usia dini itu bisa ikhlas kemudian harapanya nantinya bisa semakin sejahtera,” ujarnya.
Untuk kesejahteraan guru, dari 1.000an guru yang ada di IGTKI Kabupaten Purworejo, hanya ada sekitar 90an guru yang telah PNS, sedangkan guru lainya merupakan non PNS.
“Kemudian ada yang sertifikasi tetapi kebanyakan mereka itu masih non PNS murni,” katanya.
Saat ini gaji guru non PNS berkisar hanya antara 100- 300an ribu dari lembaga, selain itu sejumlah guru juga ada yang mendapatkan tunjangan kerja tapi itupun belum semuanya, hanya mereka yang sudah lulus S1 dan mempunyai peserta didik minimal 15 anak.
“Jadi kalau yang non PNS murnipun kalau digaji 100 ribu tetapi tidak S1 dan muridnya tidak ada 15 maka tidak mendapatkan tunjangan, nah itu harapan kami nanti yang dihitung adalah jam mengajarnya, bukan lagi jumlah siswanya karena ketika KB berhasil otomatis siswanya berkurang, apalagi kalau daerah terpencil seperti Kaligesing yang muridnya kurang. Maka harapan kami nanti yang dihitung dari jam pembelajaranya, bukan lagi yang dihitung dari berapa siswanya,” jelasnya.
Bagi guru non PNS tidak bisa mengikuti seleksi PPPK. Seleksi PPPK hanya bisa diikuti oleh guru yang ada di sekolah negeri, di Kabupaten Purworejo sendiri hanya ada 3 sekolah negeri.
“Harapan kami setelah wajib belajar 1 tahun di TK kemudian guru PNS bisa ditempatkan di lembaga swasta, maka harapan kami nanti ada pengangkatan untuk guru TK. Sementara ini kami pengurus sudah berusaha untuk mengikutkan teman- teman pada pendidikan dasar misal sebagai syarat untuk mendapatkan tunjangan kerja, akan tetapi sekarang terkendala oleh dinas pendidikan dan kebudayaan, kemudian kami sudah mendekatkan diri berkolaborasi dengan PGRI kemudian sudah diperjuangkan oleh PGRI, kita juga sudah matur kepada Bunda PAUD semoga nanti ada kebijakan yang bisa lebih mensejahterakan untuk guru non PNS ini,” harapnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








