PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo, mulai melaksanakan kegiatan pemeliharaan di sejumlah ruas jalan yang rusak yang akan menjadi jalur alternatif ketika terjadi kemacetan selama arus mudik dan arus balik di Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Kegiatan pemeliharaan jalan itu dimulai pada besok hari Sabtu tanggal 15 Maret 2025 dan ditargetkan selesai pada hari Rabu tanggal 26 Maret 2025.
“Kami sampaikan bahwa kesiapan Dinas PUPR Purworejo dalam menyambut arus mudik dan arus balik sebagaimana dawuh bupati dan wakil bupati, kami harus menyiapkan infrastruktur yang baik, yang mantab buat arus mudik dan arus balik di Hari Raya Idul Fitri 1446 H ini. Sebagaimana kesepakatan dalam rapat dengan kepolisian dengan lintas sektoral yang diselenggarakan oleh Bagian Perekonomian Setda Purworejo beberapa waktu lalu, tentu kami harus berbagi dengan penyiapan jalur alternatif,” kata Kadin PUPR Kabupaten Purworejo, Suranto, saat ditemui dikantornya, pada Jumat (14/3/2025).
Dijelaskan, jalur nasional yang menjadi jalur utama untuk arus mudik dan arus balik yang melewati Kabupaten Purworejo diantaranya ada dari Kebumen yang masuk ke Kutoarjo, Purworejo hingga sampai arah Yogyakarta. Begitu juga terdapat jalur selatan- selatan yang disebut jalur Deandels yang menjadi kewenangan nasional.
“Untuk menghindari kemacetan yang ada didalam kota, kami dari Kabupaten Purworejo mempersiapkan jalur alternatif, kalau dari dari arah barat dipertigaan Klepu kita arahkan belok kiri sampai pasar Pituruh lalu belok kanan ke Kemiri sampai Wirun, Winong kemudian sampai Seren dan ketemu dipertigaan sebelah utara makam pahlawan, itu arus yang akan menuju arah Magelang maupun Semarang. Kemudian kita buatkan juga masuk dari Kutoarjo, masuk ruas jalan S Parman, lalu kearah Wirun belok kiri sampai ke Seren juga ketemu di jalur lingkar barat yang juga sama menuju arah Mageleng atau Semarang,” jelasnya.
Untuk yang kearah Yogyakarta, apabila terdapat kemacetan diwilayah kota baik di Kutoarjo maupun Purworejo, dari perempatan Kutoarjo dialihkan ke arah jalan Grabag hingga sampai Ketawang lalu belok kiri melalui jalan Deandels ke arah Jogja.
Begitu pula yang masuk diwilayah Purworejo juga disiapkan jalur alternatif yang menjadi tanggung jawab Pemkab Purworejo yaitu melalui jalur Pendowo-Jenar, sampai Purwodadi lalu Watukuro, atau bisa juga Purwodadi masuk ke Gesing lalu masuk ke jalur Deandels. Setelah sampai Deandels bisa ke arah Yogyakarta bila kekiri dan ke Kebumen bila ke arah kanan.
“Jadi kami menindaklanjuti dawuh pimpinan daerah untuk mempersiapkan sebaik- baiknya agar saudara- saudara kita yang akan melewati jalur- jalur alternatif tersebut. Alhamdulillah kami sudah bisa melaksanakan kegiatan pemeliharaan, khususnya dijalur- jalur yang akan dilalui. Harapan kami nanti kalau terjadi Bottleneck diwilayah perkotaan maka bisa melalui jalur- jalur alternatif. Mudah – mudahan dijalur nasional yang menjadi jalur utama tidak terjadi kemacetan sehingga arus lalu lintas menjadi lancar- lancar saja,” harapnya.
Untuk mempersiapkan jalur alternatif secara baik, DPUPR Purworejo akan melakukan penambalan dengan campuran aspal panas yang rencana diagendakan diruas- ruas jalan tersebut.
“Ada himbauan dari pak Gubernur bahwa 15 hari sebelum lebaran sudah harus selesai kegiatanya, namun demikian kita sadari bersama bahwa dampak Impres No 1 tentang efisiensi anggaran ini maka kita merekomposisi kembali sehingga kegiatan pemeliharaan baru bisa kita laksanakan mulai besok pagi hingga sampai tanggal 26 Maret 2025 mendatang. Kami melaksanakan pemeliharaan jalan menggunakan asbuton, namun demikian asbuton sifatnya tidak bisa permanen atau sementara karena lalu lintas biasanya dengan intensitas tinggi tentu memang harus kita tangani dengan campur aspal,” ujarnya.
Dinas PUPR memprioritaskan untuk jalan protokol tidak ada jalan berlubang dan jalan kecamatan sampai desa harus bagus termasuk jalur – jalur ke tempat wisata juga harus bagus.
“Jalan kabupaten di Purworejo itu masuk jalan kelas 3C yang beban muatannya maksimal 8 ton, maka kita menghimbau kepada pengguna jalan khususnya truk angkutan untuk bisa menyesuaikan dengan kelas jalan yang dilewati,” himbaunya..
Ditambahkan, dan hasil rapat yang dilaksanakan pada Jumat (14/3/2025) ini oleh dinas beserta Bidang Bina Marga dan tim serta seluruh kepala UPT yang ada, menyepakati bersama bahwa tanggal 26 Maret 2025 semua kegiatan harus finish atau selesai.
“Karena kita tidak ingin mengganggu arus lalulintas dan kita menyiapkan jalan tersebut juga untuk pengguna jalan yang mudik dan balik, maka harus terselesaikan ditanggal 26 mendatang,” tandasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








