BAYAN, purworejo24.com – Guna mendukung Program Pemerintah dalam mewujudkan Swasembada Pangan, Pemerintah Desa Kalimiru Kecamatan Bayan, berkolaborasi dengan Kodim 0708 Purworejo, BUMDes Bersama Anugerah Pratama Bayan didampingi Muspika Bayan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, melaksanakan kegiatan pembukaan cetak lahan sawah, persemaian padi MT 2 dan panen raya padi MT 1 tahun 2025 di Desa Kalimiru, pada Kamis (27/2/2025).
Komandan Kodim 0708 Purworejo, Letkol Inf Imam Purwoko, berkesempatan hadir dan turun dilapangan dengan menaiki alat berat membuka lahan kering menjadi sawah, menyemai padi 100 Kg untuk luasan 4 hektar, dan panen MT 1 tahun 2025 dengan target 10 ton langsung dibayar oleh Bulog.
Kepala Desa Kalimiru, Agung Yuli Priatmoko, mengatakan, pembukaan cetak lahan sawah dilaksanakan di lokasi lahan milik khas desa dengan luas 1 hektar. Lahan itu sudah lebih dari 30 tahun tidak pernah ditanami padi, atas kolaborasi bersama antara pemerintah desa Kalimiru, BUMDes Bersama dan TNI melalui Kodim 0708 Purworejo, kemudian membuka lahan itu untuk di cetak menjadi lahan sawah
“Sesuai harapan dari Kementrian Desa salah satu penggunaan dana desa nanti yang minimal 20 persen untuk penyertaan modal di BUMDes atau BUMDes Bersama, harapanya nanti bisa digunakan untuk itu, dan ini adalah pilot projek, kalau ini berhasil tentunya kami akan menggarap lahan yang lebih luas lagi,” kata Agung saat ditemui dilokasi kegiatan.
Untuk sebar semai benih pagi untuk Musim Tanam kedua, mereka menyemai benih sebanyak 100 Kg untuk luasan lahan 4 hektar. Penyemaian dilakukan bersama antara petani, Kodim 0708, Muspika dan pendamping.
“Panen raya untuk MT pertama, tadi sudah bersana pak Damdim panen langsung menggunakan mesin combine harvesterdan, harapan kami nanti di Gabah Kering Panen (GKP) ini akan langsung diserap oleh Bulog yang hari ini juga sudah datang, nanti petani akan diserap dengan harga 6.500 GKP/kg dan Itu sesuai dengan harapan petani, dengan harga itu petani bisa menikmati hasil dari perjuangan mereka,” jelasnya.
Disebutkan, total lahan sawah di Desa Kalimiru ada sekitar 125 hektar dengan panen bertahap dan kegiatan ini merupakan panen yang pertama, sedangkan panen selanjutnya diperkirakan nanti dipertengahan bulan puasa dan setelah lebaran Idul Fitri.
“Harapan kedepan dengan sinergi ini perhatian yang luar biasa dari pemerintah pusat dikawal oleh TNI juga Polri dan dinas terkait, petani akan bisa sejatera menuju Indonesia Jaya,” harapnya.
Komandan Kodim 0708 Purworejo, Letkol Inf Imam Purwoko, mengatakan, panen padi di Desa Kalimiru saat ini sangat bagus, dalam 1 hektar sawah diperkirakan bisa menghasilkan 8 ton gabah.
“Kedepan beberapa lahan yang bisa dikembangkan untuk perluasan tanam padi, hampir 500 hektar, ini kedepan kita survai bersama kalau memang itu bisa kita laksanakan kita akan laksanakan secara bersama- sama untuk mendukung program Swasembada Pangan dari pemerintah khususnya beras,” katanya.
Untuk penyerapan gabah ke petani, Kodim 0708 Purworejo selalu bergerak dengan Babinsa diwilayah, dengan PPL yang ada, dengan Kades atau Lurah, dengan menyampaikan bahwasanya Bulog menyerap GKP dengan segala jenis panen akan diserap semuanya dengan harga 6.500, dan langsung timbang juga langsung bayar dilokasi.
“Harapanya tentu petani lebih sejahtera karena selama ini petani yang kurang mendapatkan manfaat yang lebih, dengan adanya program ini harapanya langsung menyentuh ke petani yang berada dibawah,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Butuh, R Setianto, mengatakan Bulog telah 7 hari ini membuka untuk penyerapan gabah di petani. Hingga hari ini Bulog sudah melakukan penyerapan gabah sampai mendekati 400 ton. Sehari bisa tercapai rata- rata 40- 60 ton.
“Disemua kecamatan yang panen, kalau sekarang posisi kecamatan yang panen itu ada di Kecamatan Purwodadi, Ngombol, Pituruh dan Bayan ini. Kita langsung ke petani, jemput bola langsung di sawah dan program ini sanpai bulan Desember 2025 mendatang,” katanya.
Disampaikan, hasil panen padi di Purworejo saat ini dianggap bagus, iapun berpesan jika sudah panen petani untuk segera menghubungi gudang Bulog terdekat untuk menyerap gabahnya dengan harga 6.500, bisa dengan menghubungi langsung ke gudang Bulog atau ke no PPL yang ada di Kabupaten Purworejo.
“Kalau kapasitas gudang Bulog di Purworejo bisa mencapai 17 ribu ton, nanti kalau gudang penuh kita juga bisa sewa gudang- gudang yang ada disekitar Bulog untuk memasukkan gabah petani,” ujarnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







