Ekonomi

Ada Stan Edukasi di Purworejo Expo 2025, Pengunjung Bisa Belajar dan Praktek Langsung Pembuatan Kerajinan Tangan

149
×

Ada Stan Edukasi di Purworejo Expo 2025, Pengunjung Bisa Belajar dan Praktek Langsung Pembuatan Kerajinan Tangan

Sebarkan artikel ini
Pengunjung saat praktek di stan pirografi Purworejo Expo 2025
Pengunjung saat praktek di stan pirografi Purworejo Expo 2025

 

PURWOREJO, purworejo24.com – Ada yang berbeda di gelaran Purworejo Expo 2025 ini. Dari 133 stan yang menggelar pameran, terdapat 12 stan khusus kerajinan (craft), seperti kerajinan tangan dari hiasan dinding, wayang kayu, anyaman bambu, lukisan hingga produk kulit dan gantungan kunci, menggelar edukasi kepada masyarakat. Selain mereka memajang dan memamerkan hasil produk kerajinan, mereka juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba proses produksi crafting bersama owner atau pemilik usaha.

Owner Wijaya Craft, Widianto, mengaku bersyukur bisa turut meramaikan Purworejo Expo tahun. Ajang seperti ini menjadi momentum yang ia tunggu-tunggu untuk mempopulerkan produk batik kayu serta pirografi buatannya.

Jadi yang untuk pameran Purworejo kali ini dari Dinas KUKMP Purworejo menunjuk ada 12 orang untuk menempati stan edukasi yang intinya untuk mengedukasi kepada masyarakat baik itu cara pembuatan, cara finishing dan lain sebagainya. Expo kali berbeda dengan expo sebelumnya yang dari dinas hanya menunjuk untuk pameran, kali ini ada edukasi untuk masyarakat dan pelajar,” kata Widianto, saat ditemui dilokasi stan pada Kamis (13/2/2025).

Dari 12 stan ini warga selain berkunjung bisa praktek langsung, belajar proses cara pembuatan. 12 stan yang menggelar edukasi itu terdiri atas kerajinan lukisan pirografi, wayang kayu dari Widjayacraft dari Jenar Kidul, Kecamatan Purwodadi, kerajinan cangkang telut dari Zanfi crat dari Bajangrejo, Kecamatan Ngombol, kerajinan dari pipa peralon, Syahda craft dari Pangenrejo, kerajinan kulit, Mawarfian leather dari Desa Lugu, Kecamatan Butuh, Kopi semi dari Desa Donorejo, Kaligesing, Wirasatya batik dari Desa Wingkoharjo, Kecamatan Ngombol, Gendhes manis dari Desa Donorejo, Kaligesing, Anugrah bambu dari Bener, ecoprint Dhipa handcraft dari Banyuurip, batik Seplawan art dari Sindurjan dan Clorot cemethut dari Grabag.

Tujuanya supaya masyarakat mengerti proses pembuatan kerajinan dan mengerti bahwa pembuatan kerajinan itu sesuatu yang rumit jadi ada penghargaan mereka terhadap para perajin atau crafter di Purworejo,” ujarnya.

Antusiasme pengunjung hingga hari kedua ini sudah lumayan bagus, banyak pengunjung yang datang dan ingin mengerti dan adanya edukasi ini mereka jadi saling bertanya jawab dan ikut praktek cara pembuatan kerajinan.

Edukasi ini dilaksanakan selama expo berlangsung hingga Minggu (16/2/2025). Jadi bagi masyarakat Purworejo yang mau belajar, mau mengerti prosesnya monggo pinarak, mampir di stan- stand edukasi yang disediakan,” ucapnya.

Ia berharap dengan adanya stan edukasi ini masyarakat mau belajar untuk membuat kerajinan, mau berproses, mau bertanya – tanya, dan syukur mau membeli produk yang tersedia di stan crafter Purworejo.

Edukasi ini dilaksanakan secara gratis kecuali misal minta bahan kemudian membuat pola sendiri dan untuk diminta sendiri, mungkin berbayar dengan membeli bahan yang ada. Tapi kalau hanya mengikuti pola yang ada dengan belajar bersama distan bisa gratis,” jelasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.