PURWOREJO, purworejo24.com – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) menggelar sidang terbuka senat dalam rangka pengukuhan dua guru besar, di Auditorium Kasman Singodimedjo, kampus setempat, pada Kamis (30/1/2025). Mereka yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Suyitno, MPd dan Prof. Dr. Siska Desy Famaryanti, M.Si.
Sidang terbuka senat dipimpin oleh Prof. Dr. S. Eko Putro Widoyoko, M.Pd. Adapun pengukuhan dilakukan oleh pemimpin sidang bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo, Dr. Teguh Wibowo, M.Pd.
Sebelum dilakukan pengukuhan guru besar, keduanya berkesempatan memberikan orasi ilmiyah diruang sidang. Untuk Prof. Dr. Suyitno, MPd menyampaikan orasi tentang Transformasi Pendidikan Kejuruan melalui optimalisasi Model Work- Based Learning, sedangkan Prof. Dr. Siska Desy Famaryanti, M.Si, menyampaikan orasi tentang Transformasi Pembelajaran Abad ke-21, Integrasi Model dan Media Pembelajaran berbasis Technology Pedagogic And Content Knowledge (TPACK) untuk Pendidikan Inkulisf dan Berkelanjutan.
“Ini pengukuhan guru besar, kan salah satu agenda sudah diakuinya guru besar itu adalah pengukuhan guru besar dan alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan pengukuhan guru besar atas nama Prof. Dr. Suyitno, MPd dan Prof. Dr. Siska Desy Famaryanti, M.Si. Beliau merupakan dosen pendidikan otomotif dan dosen pendidikan fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo, ini asli produk kita dari Unversitas Muhammadiyah Purworejo,” kata Rektor UMPWR, Dr. Teguh Wibowo, saat ditemui usai pengukuhan.
Disebutkan, secara urutan Prof. Dr. Suyitno, MPd dan Prof. Dr. Siska Desy Famaryanti, M.Si merupakan guru besar ke 3 dan ke 4 di Universitas Muhammadiyah Purworejo. Adapun yang pertama dan yang kedua adalah Prof. Dr. S. Eko Putro Widoyoko, M.Pd dan Prof. Dr. Sukirno M.Pd.
“Guru besar pertama ya tadi yang jadi ketua sidang terbuka senat pak Prof. Dr. S. Eko, sebenarnya kita ada 4, tapi Prof. Dr. Sukirno minta mutasi ke Universitas Muhammadiyah Purwokerto,” ujarnya.
Untuk mencapai guru besar ini memiliki syarat lumayan berat, diantaranya harus mempunyai jurnal yang terindeks Scopus yang bereputasi, pernah mendapatkan dana hibah dari Dikti diatas Rp 100 juta, menjadi reviewer jurnal internasional yang bereputasi atau pernah menjadi pembimbing atau penguji S3.
Pengukuhan dua guru besar baru itu merupakan capaian akademik yang luar biasa bagi UMPWR, karena terakhir pengukuhan guru besar untuk Prof. Dr Sukirno M.Pd dilakukan pada tahun 2010 lalu.
“Selama 15 tahun kita stagnan tidak ada penambahan guru besar, ini termasuk alhamdulillah ditahun awal 2025 bisa melakukan pengukuhan guru besar, idealnya paling tidak tiap tahun ada 1 yang dikukuhkan menjadi guru besar, makanya kita mendorong ke temen- temen monggo untuk diproses guru besarnya,” jelasnya.
Menurutnya, pengukuhan dua guru besar memiliki pengaruh yang besar di UMPWR, terutama saat akan dilakukan akreditasi perguruan.
“Di akreditasi itu kan yang dilihat jabatan guru besar dan rektor kepala, itu yang dilihat, berapa sih dosen yang jadi guru besar, lalu berapa banyak yang menjabat rektor kepala dan ini mempengaruhi akreditasi baik di tingkat prodi maupun ditingkat universitas dan juga pengakuan di dunia pendidikan nasional maupun internasional dengan adanya penambahan guru besar,” terangnya.
Diungkapkan, saat ini masih ada dua dosen di UMPWR yang sedang berproses menjadi guru besar. Mereka ditargetkan bisa dikukuhkan menjadi guru besar diakhir tahun 2025 dan ditahun 2026 mendatang.
“Mereka berdua yaitu pak Wahid dan pak Sudar juga sedang proses dan saya yakin nanti akan tambah temen- temen yang lain yang berproses jadi guru besar di Universitas Muhammadiyah Purworejo ini,” tandasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








