peternakan

Tiga Sapi Terjangkit PMK, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Purworejo Gencar Lakukan Vaksinasi

66
×

Tiga Sapi Terjangkit PMK, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Purworejo Gencar Lakukan Vaksinasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada DKPP Kabupaten Purworejo, Sri Widarti
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada DKPP Kabupaten Purworejo, Sri Widarti

 

PURWOREJO, purworejo24.com – Guna menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, gencar melaksanakan vaksinasi terhadap hewan ternak sapi di sejunlah kecamatan dan desa.

Hal itu dilakukan dinas menyusul adanya tiga ekor sapi di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi yang terjangkit PMK.

Di Kabupaten Purworejo memang dari tahun 2022 statusnya memang sudah tertular PMK, kemudian berjalanya waktu kita sudah lakukan vaksinasi dan ditahun 2025 ini ternyata di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah memang timbul lagi penyakit PMK ini, tidak terkecuali di Kabupaten Purworejo. Sesuai data yang ada dan sudah terverifikasi ada tiga ekor sapi yaitu di Desa Jatimalang, yang terinfeksi PMK ini, tapi sudah kita tangani dengan baik dan ternak ini sudah dalam kondisi sembuh,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada DKPP Kabupaten Purworejo, Sri Widarti, saat ditemui dikantornya, pada Kamis (23/1/2025).

Dibulan Januari 2025 ini DKPP telah mendapatkan alokasi vaksin dari Dirjend PKH sebanyak 1.000 dosis dan hingga Kamis ini sudah aplikasikan di beberapa kecamatan dan desa dengan jumlah 404 dosis.

Dan ini akan kita selesaikan sampai dengan tanggal 31 Januari 2025 besok,” ujarnya.

Disebutkan, sejak Senin (20/1/2025) hingga Kamis (23/1/2025) ini sudah ada beberapa ternak sapi yang telah divaksin, diantaranya di Desa Depoksari, Pulutan, Wunut dan Kumpulsari Kecamatan Ngombol, Desa Geparang, Nampurejo, Jogoresan, Kentengrejo dan Jogoboyo, Kecamatan Purwodadi, Desa Rejosari dan Patutrejo Kecamatan Grabag.

Besok masih ada di Desa Karangluas Kecamatan Kemiri, Prapag Lor Kecamatan Pituruh dan Desa Jenar Lor Kecamatan Purwodadi. Kenapa di wilayah selatan karena di daerah itulah yang banyak warga beternak atau memelihara sapi,” sebutnya.

Dijelaskan, untuk sapi yang terkena PMK diwilayah Kecamatan Purwodadi adalah sapi milik pribadi. Sebelumnya ada peternak yang melapor bahwa sapinya mengalami sakit, kemudian dari petugas ada yang mengecek kelokasi dan ternyata memang ternak tersebut menunjukkan gejala PMK dan segera diberikan pengobatan, dan dalam jangka waktu kurang lebih satu minggu sapi itu sudah sembuh.

Sapi tersebut merupakan sapi yang sudah lama dipelihara oleh peternak, ditahun 2022 juga pernah ikut divaksin tapi karena hanya satu atau dua kali, jadi kemungkinan besar masih bisa terjangkit lagi, atau jika sapi ini menunjukkan penurunan kondisi, sapi ini bisa terinfeksi kembali dan juga virus ini memang tahan dilingkungan maka jika ada ternak yang kondisinya menurun bisa terinfeksi jika belum tervaksin minimal tiga kali,” jelasnya.

Menurutnya, penanggulangan PMK di Kabupaten Purworejo ini sudah dilaksanakan dari tahun 2022 lalu. DKPP Purworejo sudah melaksanakan program vaksinasi, namun sebelumnya DKPP juga sudah intensif ke peternak atau masyarakat untuk nelaksanakan informasi dan edukasi ke masyarakat tentang penyakit menular hewan strategis, juga memberikan pengumuman kepada masyarakat melalui surat edaran yang dibuat bahwa masyarakat harus bersiap siaga adanya penyakit hewan yang mengancam di wilayah Purworejo.

Dan kita juga telah melakukan pengobatan sportif untuk hewan di masyarakat, sehingga kemungkinan kejadian di Purworejo ini bisa kita mininalkan. Selain itu kita juga meminta dukungan dari kepolisian, TNI, untuk membantu memberikan edukasi kemasyarakat dan kita sejak tahun 2022 kita juga telah membentuk satgas PMK dan kita telah menggelar rakor untuk penanggulangan PMK yang mumcul kembali di Purworejo,” terangnya.

Untuk peternak dan petani yang ada di Kabupaten Purworejo, Sri Widarti mengimbau agar bersama- sama untuk mencegah, meminimalkan kejadian PMK dan resikonya, melaksanakan Biosecurity dikandang atau wilayah masing- masing, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, kemudian jangan memasukkan ternak dari luar daerah, utamanya daerah yang sedang terjangkit wabah PMK.

Jika ternak sudah menderita segera hubungi petugas kesehatan hewan yang ada di Kabupaten Purworejo,” pesannya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.